
Teknologi penyimpanan energi udara terkompresi stabilkan listrik dari sumber terbarukan

Pengunjung mengamati model sistem penyimpanan energi udara terkompresi (compressed air energy storage/CAES) dalam Pameran dan Konferensi Internasional Penyimpanan Energi (Energy Storage International Conference and Expo/ESIE) ke-12 di Shougang Exhibition and Convention Center di Beijing, ibu kota China, pada 11 April 2024. (Xinhua/Yin Dongxun)
Teknologi penyimpanan energi udara terkompresi dapat membantu menstabilkan output yang bersifat intermiten dari pembangkit listrik tenaga fotovoltaik atau tenaga bayu, sehingga memungkinkan porsi energi terbarukan yang lebih besar dapat diintegrasikan ke dalam jaringan listrik.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mencatat terobosan besar dalam teknologi penyimpanan energi udara terkompresi (compressed air energy storage/CAES) setelah sebuah tim engineering berhasil mengembangkan kompresor CAES paling kuat di dunia, demikian disampaikan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) pada Kamis (5/2).
Kompresor tersebut dikembangkan oleh Institute of Engineering Thermophysics (IET) yang berada di bawah naungan CAS bersama Zhong Chu Guo Neng (Beijing) Technology Co., Ltd. Kompresor ini merupakan komponen penting dari sistem CAES, dengan udara akan dipompa ke ruang penyimpanan bawah tanah saat permintaan listrik rendah, sementara udara terkompresi akan dilepaskan untuk menghasilkan listrik pada saat permintaan listrik mencapai puncak.
Hasil pengujian menunjukkan kompresor tersebut mencapai tekanan buang maksimum sebesar 10,1 MPa dan output daya puncak mencapai 101 MW. Kompresor ini beroperasi dalam rentang beban yang luas, dari 38,7 persen hingga 118,4 persen, serta mencapai efisiensi 88,1 persen pada tekanan buang maksimum, yang merepresentasikan tingkat kinerja terdepan secara global.
Menurut CAS, ini merupakan kompresor CAES pertama di dunia dengan daya unit tunggal melampaui 100 MW. Dibandingkan kompresor CAES yang ada saat ini, sistem baru tersebut menghasilkan output daya lebih dari dua kali lipat sekaligus menurunkan biaya unit secara signifikan. Sistem ini juga menonjol berkat efisiensi tinggi, kapabilitas tekanan tinggi, serta rentang pengoperasian yang luas.
China mempercepat pengembangan teknologi penyimpanan energi sebagai langkah kunci untuk membuka potensi penuh energi terbarukan. Sistem penyimpanan energi dapat membantu menstabilkan output yang bersifat intermiten dari pembangkit listrik tenaga fotovoltaik atau tenaga bayu, sehingga memungkinkan porsi energi terbarukan yang lebih besar dapat diintegrasikan ke dalam jaringan listrik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian ungkap sampel Bulan Chang'e-6 punya ‘karakteristik unik’
Indonesia
•
20 Sep 2024

Dua ilmuwan raih Penghargaan Nobel Fisika atas temuan yang pelopori pembelajaran mesin
Indonesia
•
10 Oct 2024

China berencana luncurkan teleskop luar angkasa besar untuk planet ekstrasurya
Indonesia
•
22 May 2023

Fokus Berita – Peringati satu tahun gempa, Turkiye pertimbangkan langkah antisipasi gempa
Indonesia
•
07 Feb 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
