
Tekuk Kanada 2-1, AS sabet emas hoki es putra Olimpiade pertamanya dalam 46 tahun

Matt Boldy dari Amerika Serikat merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan. (Xinhua/Tao Xiyi)
Milan, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) meraih medali emas hoki es putra Olimpiade ketiga mereka, sekaligus yang pertama dalam 46 tahun, dengan mengalahkan Kanada 2-1 dalam perpanjangan waktu babak final yang mendebarkan di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina pada Ahad (22/2).
Jack Hughes mencetak gol kemenangan saat babak perpanjangan waktu baru berjalan 1 menit 41 detik setelah kesalahan Kanada memicu serangan 3 lawan 1. Hughes membelah pertahanan setelah menerima umpan dari rekan setimnya Dylan Larkin, dan melepaskan tembakan rendah melewati kiper Jordan Binnington untuk mengunci kemenangan bagi AS.
"Golnya tidak penting," kata Hughes. "Yang penting tim yang luar biasa, kemenangan tim yang luar biasa."
Sebelum kemenangan pada Ahad, AS pernah mencatat kemenangan di Squaw Valley 1960 dan Lake Placid 1980.
Laga final itu memenuhi ekspektasi sebagai pertarungan antara dua raksasa hoki internasional. Matt Boldy membuka skor untuk AS di periode pertama, tetapi Kanada menyamakan kedudukan di awal periode kedua melalui Cale Makar. Meskipun unggul dalam jumlah tembakan (42-28) dan mengendalikan sebagian besar permainan, Kanada gagal membobol kembali gawang kiper AS, Connor Hellebuyck.
Kanada, negara dengan perolehan medali terbanyak dalam sejarah hoki es putra Olimpiade dengan sembilan medali emas, nyaris saja menambah medali emas ke-10 mereka.
"Kami sudah berusaha maksimal," kata pemain Kanada, Mitch Marner. "Kami mendapatkan banyak peluang, tetapi tidak berjalan sesuai harapan. Terkadang, begitulah permainan hoki. Sangat disayangkan, tetapi ya, rasanya berat."
Kanada bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk mengalahkan juara bertahan Finlandia 3-2 di semifinal, sementara AS mengalahkan Slovakia 6-2. Pertemuan mereka di pertandingan perebutan medali emas menandai final Olimpiade ketiga antara kedua tim di abad ke-21, setelah kemenangan Kanada pada 2002 dan 2010.
Pada Sabtu (21/2), Finlandia mengalahkan Slovakia 6-1 untuk membawa pulang perunggu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China terus tingkatkan kesehatan mental anak dan remaja
Indonesia
•
12 Oct 2023

CDC: Subvarian baru Omicron menyebar cepat di AS
Indonesia
•
11 Jan 2023

Badan-badan bantuan sebut konflik perburuk situasi kemanusiaan di Somalia
Indonesia
•
08 Mar 2023

PBB: Badan-badan kemanusiaan bantu warga pesisir Suriah pulih dari kekerasan
Indonesia
•
13 Mar 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
