
Tentara Israel lancarkan operasi militer skala besar di Hebron, Tepi Barat

Sejumlah warga Palestina berkumpul setelah ekskavator-ekskavator Israel menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal di daerah Beit Ummar, sebelah utara Kota Hebron, Tepi Barat, pada 21 April 2025. (Xinhua/Mamoun Wazwaz)
Tentara Israel melancarkan operasi militer berskala besar di Kota Hebron, Tepi Barat bagian selatan, dengan memberlakukan penutupan di beberapa kawasan permukiman serta memblokir sejumlah jalan sekunder menggunakan gerbang besi, blok beton, dan gundukan tanah.
Ramallah, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Tentara Israel melancarkan operasi militer berskala besar di Kota Hebron, Tepi Barat bagian selatan, sebut sejumlah sumber Palestina dan Israel pada Senin (19/1).
Sumber-sumber keamanan dan saksi mata Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa pasukan Israel memberlakukan penutupan di beberapa kawasan permukiman di Hebron selatan serta memblokir sejumlah jalan sekunder menggunakan gerbang besi, blok beton, dan gundukan tanah.
Menurut sumber-sumber itu, pasukan Israel juga mendirikan beberapa pos pemeriksaan militer di pintu masuk Hebron, serta di kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi di sekitarnya.
Amani Sarahneh, juru bicara organisasi nonpemerintah Palestinian Prisoners Club, mengungkapkan kepada Xinhua bahwa pasukan Israel telah menangkap tujuh orang dari Hebron sejak dimulainya operasi itu, termasuk seorang anak.
Media Israel melaporkan bahwa tentara Israel, bekerja sama dengan badan keamanan dalam negeri Shin Bet, kepolisian, dan polisi perbatasan, melancarkan operasi selama semalaman untuk "memerangi terorisme" di Hebron.
Operasi tersebut diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari, di mana dalam periode itu ledakan mungkin terdengar dan aktivitas pasukan meningkat, papar sejumlah laporan.
Saluran televisi Channel 12 Israel melaporkan bahwa ratusan tentara, bersama dengan unit pasukan khusus, telah dikerahkan ke Hebron sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung, dengan tujuan untuk menyita senjata.
Kekerasan di Tepi Barat meningkat sejak 7 Oktober 2023, bersamaan dengan konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS jatuhkan sanksi pada para pemimpin Houthi terkait serangan terhadap pelayaran komersial
Indonesia
•
26 Jan 2024

China kirim 26,32 juta unit ponsel 5G pada Januari 2022
Indonesia
•
21 Feb 2022

China tegaskan tak kirim senjata apa pun dalam konflik di Ukraina
Indonesia
•
07 Mar 2023

Analisis – Pengerahan pasukan darat AS ke Iran dapat rugikan Trump dari segi politik
Indonesia
•
27 Mar 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
