
Tim peneliti China usulkan jalur baru untuk pembentukan pulsar milidetik

Foto panorama dari udara yang diabadikan pada 18 Februari 2025 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China yang sedang menjalani pemeliharaan di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Pulsar milidetik terbentuk melalui pulsar biasa dalam sistem biner yang ‘mengakresi’ materi dari bintang pendampingnya, mirip seperti gasing yang terus-menerus dipacu. Proses ini menyebabkan percepatan rotasi yang didorong oleh akresi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sekelompok peneliti China melaporkan penemuan pulsar baru yang menunjukkan laju perlambatan rotasi (spin-down rate) yang sangat tinggi, dua orde magnitudo lebih tinggi daripada pulsar milidetik lainnya yang telah diketahui, demikian menurut sebuah artikel penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy.
Dalam teori konvensional, pulsar milidetik terbentuk melalui pulsar biasa dalam sistem biner yang ‘mengakresi’ materi dari bintang pendampingnya, mirip seperti gasing yang terus-menerus dipacu. Proses ini menyebabkan percepatan rotasi yang didorong oleh akresi.
Namun, percepatan semacam itu tidaklah tanpa batas. Begitu pulsar milidetik mencapai ‘garis percepatan rotasi (spin up)’, periode rotasinya secara bertahap menjadi stabil, mencapai presisi yang bahkan melampaui presisi jam atom.
Semua pulsar milidetik yang diamati sebelumnya memang berada di bawah “garis spin-up”, sesuai dengan prediksi teoretis, kata Wang Na, profesor di Observatorium Astronomi Xinjiang (Xinjiang Astronomical Observatory/XAO) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).
Pulsar milidetik yang baru ditemukan ini berada dalam sistem biner dengan periode orbit sekitar delapan hari, dan bintang pendampingnya berupa katai putih dengan massa lebih dari 0,29 kali massa Matahari. Periode rotasinya adalah 3,2 milidetik, namun menunjukkan turunan periode yang sangat tinggi, sehingga menempatkannya jauh di atas "garis spin-up".
Hal ini menunjukkan bahwa pulsar milidetik ini sangat muda dengan kehilangan energi yang luar biasa intens.
Semua karakteristik ini bertentangan dengan persepsi konvensional bahwa pulsar milidetik adalah objek yang tua, memiliki medan magnet yang lemah, dan stabil secara rotasi.
Penelitian ini, yang dilakukan oleh para peneliti dari XAO, Universitas Xinjiang, dan Universitas Tsinghua, memberikan batasan yang ketat terhadap teori-teori klasik mengenai percepatan rotasi yang didorong oleh akresi pada pulsar milidetik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China susun basis data rumput energi pertama di dunia, dukung pembangunan berkelanjutan
Indonesia
•
21 Feb 2025

Survei: Mayoritas organisasi media optimistis terhadap AI generatif
Indonesia
•
15 Oct 2024

Teknologi energi bersih China jadi sorotan di Consumer Electronics Show 2023
Indonesia
•
09 Jan 2023

WHO rilis pedoman global penggunaan obat-obatan GLP-1 untuk obesitas
Indonesia
•
03 Dec 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
