
‘Pending home sales’ di AS melonjak 8,1 persen pada Januari

Foto yang diabadikan pada 14 Februari 2023 ini memperlihatkan sebuah rumah yang dijual di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Tingkat hipotek Amerika Serikat yang turun dalam waktu singkat sempat mendorong tingkat pembelian rumah pada Januari 2023, namun setelahnya, tingkat hipotek mengalami rebound, memicu spekulasi di kalangan analis dan media bahwa kenaikan pada Januari kemungkinan hanya bersifat sementara.
Washington, AS (Xinhua) – Pending home sales di Amerika Serikat (AS) naik 8,1 persen dalam basis bulanan pada Januari, kenaikan kedua secara beruntun, menurut data yang dirilis oleh Asosiasi Agen Properti Nasional (National Association of Realtors/NAR) AS pada Senin (27/2).Kenaikan tersebut menandai lonjakan terbesar sejak Juni 2020, hampir tiga tahun lalu.Pending home sales adalah istilah yang berarti sebuah kontrak telah ditandatangani, tetapi penjualan rumah belum diselesaikan secara resmi. Pending home sales merupakan indikator permintaan terkini karena penyelesaian kontrak bisa memakan waktu hingga dua bulan.Penurunan tingkat hipotek Amerika Serikat yang terjadi untuk waktu yang singkat sempat mendorong tingkat pembelian rumah pada Januari. Namun setelahnya, tingkat hipotek mengalami rebound, memicu spekulasi di kalangan analis dan media bahwa kenaikan pada Januari kemungkinan hanya bersifat sementara.Selain itu, pending home sales masih 24 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu."Pembeli merespons keterjangkauan yang lebih baik dari penurunan tingkat hipotek pada Desember dan Januari," menurut kepala ekonom NAR Lawrence Yun.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UE bidik kerangka kerja kesepakatan perdagangan dengan AS, tetap buka opsi pembalasan
Indonesia
•
11 Jul 2025

Minyak perpanjang reli di Asia di tengah rencana sanksi baru ke Rusia
Indonesia
•
05 Apr 2022

Kementerian Keuangan Sri Lanka kehabisan dana
Indonesia
•
11 Jan 2023

RCEP China-Kamboja suntikkan dorongan baru dalam pertanian Kamboja
Indonesia
•
27 Dec 2022


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
