
Telaah – Olah otak dengan membaca buku

Dua anak melihat-lihat koleksi buku di sebuah toko buku di Bogor, Jawa Barat, pada 22 Juni 2022. (Indonesia Window)
Tingkat literasi masyarakat Indonesia sangat rendah, dengan hanya 0,001 persen orang di Tanah Air, dari total populasi sebanyak sekitar 272 juta jiwa, yang suka membaca.
Tahukah readers, dalam hal literasi, Indonesia menempati peringkat 70 dari 80 negara, dengan skor 359. Bahkan menurut UNESCO, tingkat literasi masyarakat Indonesia berada di urutan kedua dari bawah. Bayangkan, ini artinya, hanya 0,001 persen orang di Indonesia dari total populasi sebanyak sekitar 272 juta jiwa yang memiliki minat baca. Berarti, dari 1.000 orang di Indonesia, hanya 1 orang yang suka membaca. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Miris, bukan?Perkembangan teknologi dan gaya hidup telah menggeser buku dan budaya literasi, tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.Bagaimana tidak, gadget bertebaran dimana-mana. Dari balita hingga tua, mereka disibukkan dengan gadget. Segala informasi sangatlah mudah didapatkan dari ponsel, tablet, dan laptop yang dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah.Yang tadinya niat googling cari informasi, ujung-ujungnya menonton video YouTube. Yang tadinya niat hanya buat baca e-book, akhirnya scrolling TikTok dan Instagram. Akhirnya, alih-alih mencari informasi yang bermanfaat, justru lebih banyak nonton ketimbang membaca.
Seorang pengunjung membaca buku di perpustakaan daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 19 Agustus 2024. (Indonesia Window)
- Membaca dapat meningkatkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir. Ketika menonton sebuah film, alur, tokoh, dan latar semuanya sudah disajikan secara visual. Kita tidak bisa mengimajinasikan sendiri cerita tersebut. Semuanya telah tersedia secara instan. Jadi otak kita sedikit sekali bekerja untuk mengolah informasi yang ada. Kalau hal itu sering terjadi, kemampuan berpikir kita semakin lemah. Lain halnya ketika membaca buku. Melalui apa yang dibaca, kita bisa memvisualisasikan, mengimajinasikan alur cerita, tokoh, hingga latar berdasarkan kreativitas kita sendiri. Lebih seru, bukan? Dengan begini, bagian otak yang bekerja lebih luas ketika kita membaca buku. Itulah mengapa, membaca dapat meningkatkan kemampuan berpikir kita.
- Meningkatkan kinerja otak, di antaranya meningkatkan daya konsentrasi dan kemampuan menghafal.
- Membaca buku dapat meningkatkan kemampuan membaca. Lho, apa maksudnya? ‘Saya sudah bisa membaca sejak TK, jadi untuk apa membaca lagi?’ Jangan salah, kemampuan membaca perlu diasah karena setiap tulisan memiliki tingkat kesulitan pemahaman yang berbeda. Ketika kita baru memulai membaca lagi setelah sekian lama absen dari membaca buku, rasanya sulit memahami sebuah tulisan di awal-awal paragraf. Tapi semakin kita membaca, maka kita akan terbiasa memahami tulisan selanjutnya. Otak kita sudah mulai terbiasa mengolah informasi dari sebuah tulisan. Kemampuan membaca yang terasah akan memberikan banyak keuntungan baik dalam hal studi, pekerjaan, bahkan meningkatkan rasa percaya diri, lho.
Sebuah 'booth' buku pada acara pameran Muslim LifeFest di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 1 September 2024. (Indonesia Window)
- Kita juga bisa mendapatkan banyak kosakata baru dari membaca buku. Tentunya, perbendaharaan kata itu sangat penting dan berguna sekali ketika kita berkomunikasi dengan orang lain atau membaca sebuah tulisan.
- Dengan membaca buku, tentunya kemampuan menulis kamu juga akan semakin baik. Karena mustahil orang memiliki kemampuan menulis yang baik tanpa disertai kegemaran akan membaca. Kemampuan menulis ini, tidak hanya berguna di bangku sekolah, bahkan di lingkungan pekerjaan pun sangatlah dibutuhkan.
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Selandia Baru kunjungi Antarktika, soroti tantangan perubahan iklim
Indonesia
•
27 Oct 2022

Xi Jinping sampaikan instruksi penting tentang kampanye kesehatan patriotik
Indonesia
•
27 Dec 2022

Feature – Pengungsi Lebanon berjuang hadapi musim dingin di tengah konflik dengan Israel
Indonesia
•
15 Nov 2024

Singapura denda dan penjarakan pengendara yang melintas di jalur khusus pejalan kaki
Indonesia
•
07 Jul 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
