Militer Kanada laporkan peningkatan kasus pelecehan seksual pada 2022

Sejumlah anggota Angkatan Bersenjata Kanada yang mengenakan masker berjalan di luar sebuah rumah sakit keliling di area parkir Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook di Toronto, Ontario, Kanada, pada 30 April 2021. (Xinhua/Zou Zheng)
Tingkat pelecehan seksual di Angkatan Bersenjata Kanada (Canadian Armed Forces/CAF) mengalami peningkatan yang signifikan pada 2022, mencakup penyerangan seksual, sentuhan seksual yang tidak diinginkan, dan aktivitas seksual di mana korban tidak dapat memberikan persetujuan, jauh lebih tinggi daripada 1,6 persen yang tercatat pada 2018 dan 1,7 persen pada 2016 saat survei serupa dilakukan.
Ottawa, Kanada (Xinhua) – Tingkat pelecehan seksual di Angkatan Bersenjata Kanada (Canadian Armed Forces/CAF) mengalami peningkatan yang "signifikan" pada 2022, demikian diungkapkan oleh Statistics Canada pada Selasa (5/12).Sekitar 1.960 anggota Pasukan Reguler, atau 3,5 persen, melaporkan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual di tempat kerja militer atau di luar tempat kerja, menurut Survei tentang Pelecehan Seksual di CAF 2022 yang dirilis oleh badan statistik nasional Kanada itu.Angka pelecehan seksual tersebut, yang mencakup penyerangan seksual, sentuhan seksual yang tidak diinginkan, dan aktivitas seksual di mana korban tidak dapat memberikan persetujuan, jauh lebih tinggi daripada 1,6 persen yang tercatat pada 2018 dan 1,7 persen pada 2016 saat survei serupa dilakukan.Pelecehan seksual lebih sering terjadi pada perempuan (7,5 persen) daripada laki-laki (2,8 persen) di Pasukan Reguler pada 2022. Pelecehan seksual juga lebih sering terjadi pada personel reguler yang berusia lebih muda, yang merupakan penduduk asli, penyandang disabilitas, atau yang orientasi seksualnya bukan heteroseksual, ungkap lembaga itu."Prevalensi pelecehan seksual yang terus berlanjut di tempat kerja kami sangat mengecewakan mengingat fokus berkelanjutan yang kami berikan untuk mengatasinya," menurut sebuah pernyataan terkait hasil survei itu, yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Nasional Kanada dan CAF pada Selasa."Kami tetap memegang teguh komitmen kami untuk mengatasi masalah ini, dan kami yakin pendekatan kami saat ini, yang berfokus pada akar permasalahan dan didasari oleh pengalaman hidup para anggota, pemangku kepentingan, dan para pakar kami, akan menghasilkan perubahan berkelanjutan," menurut pernyataan itu.Survei tersebut, yang dilakukan oleh Statistics Canada mulai Oktober 2022 hingga Januari 2023, meneliti pengalaman para anggota CAF dalam periode 12 bulan sebelum survei itu, memberikan data terkini tentang lingkup, prevalensi, dan sifat pelecehan seksual di CAF. Lebih dari 23.000 respons dikumpulkan dari anggota Pasukan Reguler dan Cadangan Utama CAF.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Tentara Myanmar bakar hidup-hidup 11 orang dalam serangan balasan
Indonesia
•
09 Dec 2021

Zelensky sebut dirinya masih "siap meneken" kesepakatan mineral dengan AS
Indonesia
•
04 Mar 2025

Taiwan perpanjang izin pekerja migran satu tahun
Indonesia
•
01 Jun 2022

COVID-19 – Biden paparkan strategi AS lawan Omicron
Indonesia
•
03 Dec 2021
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
