
Tingkat pengangguran di Inggris naik di tengah lesunya pasar tenaga kerja

Para penumpang terlihat di stasiun Baker Street di London, Inggris, pada 12 Mei 2025. (Xinhua/Stephen Chung)
Tingkat pengangguran di Inggris untuk warga berusia 16 tahun ke atas diperkirakan mencapai 5,1 persen pada periode Agustus-Oktober.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat pengangguran di Inggris untuk warga berusia 16 tahun ke atas diperkirakan mencapai 5,1 persen pada periode Agustus-Oktober. Angka tersebut terus meningkat di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang lesu, menurut data yang dirilis pada Selasa (16/12) oleh Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics/ONS) Inggris.Angka tersebut naik sebesar 0,4 poin persentase dari periode Mei-Juli, menurut ONS.Pertumbuhan tahunan rata-rata total pendapatan pekerja, termasuk bonus, mencapai 4,7 persen pada Agustus-Oktober. Secara riil, yang disesuaikan dengan inflasi indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) Inggris, pendapatan karyawan naik sebesar 1 persen, tunjuk data tersebut.Jumlah pekerja yang menerima upah rutin (payrolled employee) turun 0,5 persen pada Oktober 2024 hingga Oktober 2025, dan turun 0,1 persen pada September hingga Oktober 2025.Liz McKeown, direktur statistik ekonomi di ONS, mengatakan gambaran keseluruhan terus menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja. "Jumlah pekerja yang menerima upah rutin kembali turun, mencerminkan aktivitas perekrutan yang lesu, sementara perusahaan-perusahaan memberi tahu kami bahwa jumlah lapangan kerja pada periode terkini lebih sedikit," paparnya.Jane Gratton, wakil direktur kebijakan publik di Kamar Dagang Inggris (British Chambers of Commerce/BCC), menuturkan bahwa data yang dirilis pada Selasa tersebut mencerminkan kalangan bisnis "kurang yakin untuk merekrut staf karena biaya ketenagakerjaan yang sangat tinggi dan gelombang besar undang-undang ketenagakerjaan baru yang akan segera diberlakukan."Menyebut bahwa 72 persen kalangan bisnis yang disurvei BCC mengungkapkan biaya tenaga kerja merupakan tekanan biaya terbesar yang mereka hadapi, Gratton mengatakan ada batasan seberapa banyak biaya tambahan yang dapat ditanggung perusahaan tanpa memengaruhi investasi dan pertumbuhan. Gratton menyerukan "fokus yang tajam untuk menstimulasi pertumbuhan dan menggenjot investasi, perdagangan, inovasi, dan keterampilan" agar 2026 menjadi "tahun yang penuh dengan pencapaian."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Elon Musk ambil alih Twitter
Indonesia
•
28 Oct 2022

Boeing prediksi pendanaan pesawat komersial 2023 akan dekati level prapandemi
Indonesia
•
16 Mar 2023

Sektor budaya China alami ‘rebound’ kuat pada Q1 2023
Indonesia
•
01 May 2023

Perkuat kehadiran di Indonesia, GWM perluas jaringan ‘dealer’
Indonesia
•
20 Aug 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
