
Trump kesal tak ada sekutu AS yang mau kawal tanker lintasi Selat Hormuz

Sejumlah orang bekerja di depan bangunan yang rusak di Teheran, Iran, pada 12 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Para sekutu AS enggan menanggapi ajakannya untuk bergabung dalam misi multinasional yang diusulkan Gedung Putih guna mengawal kapal-kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (16/3) mengeluhkan bahwa para sekutu AS enggan menanggapi ajakannya untuk bergabung dalam misi multinasional yang diusulkan Gedung Putih guna mengawal kapal-kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz.
"Kami telah melindungi mereka dari berbagai ancaman luar yang mengerikan, tetapi mereka tidak terlalu antusias. Dan tingkat antusiasme itu penting bagi saya," ujar Trump di sebuah konferensi pers.
Trump mengatakan beberapa negara yang menampung pasukan AS dalam jumlah besar telah menolak memberikan bantuan ketika Washington menanyakan apakah mereka dapat menyumbangkan kapal penyapu ranjau untuk kemungkinan misi pengawalan.
"Saya tidak memaksa mereka untuk setuju, karena sikap saya adalah, kami tidak membutuhkan siapa pun," sebut Trump. "Namun, ini menarik: saya hampir melakukannya dalam beberapa kasus, bukan karena kami membutuhkan mereka, melainkan karena saya ingin melihat bagaimana reaksi mereka."
Trump secara khusus menyebutkan dirinya "tidak senang dengan Inggris" karena Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menolak memberikan bantuan kepada AS pada tahap awal perang AS-Israel dengan Iran.
"Saya sangat terkejut dengan Inggris, karena dua pekan lalu saya berkata kepada Inggris, 'Mengapa Anda tidak mengirimkan beberapa kapal ke sana?' Dan dia benar-benar tidak mau melakukannya," tutur Trump, seraya menyebut Inggris sebagai "sekutu tertua" AS.
"Saya kira itu sangat buruk," kata Trump, yang juga mempertanyakan mengapa Starmer menolak segera memutuskan pengiriman kapal perang Inggris untuk bergabung dalam misi pengawalan.
"Saya bilang, 'Anda tidak perlu mengadakan pertemuan dengan tim Anda, Anda adalah seorang perdana menteri, Anda bisa memutuskannya sendiri, mengapa Anda harus mengadakan pertemuan dengan tim Anda hanya untuk menentukan apakah Anda akan atau tidak mengirim kapal penyapu ranjau atau beberapa kapal untuk membantu kami?'" papar Trump, merujuk pada panggilan telepon dengan Starmer pada Ahad (15/3).
Sementara itu, Trump mengeklaim "banyak negara telah mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang dalam perjalanan," meskipun dia tidak menyebutkan nama negara-negara tersebut.
Berbagai laporan media menyebutkan bahwa sejauh ini, para sekutu AS tampaknya belum memberikan komitmen atau telah menolak untuk berpartisipasi.
"Sudah lama saya menjadi pengkritik tajam terhadap semua perlindungan untuk negara lain, karena saya tahu kami lah yang akan melindungi mereka. Dan jika suatu saat kami membutuhkan bantuan, mereka tidak akan ada di sana untuk kami. Saya sudah menyadari hal itu sejak lama," keluhnya.
Selain itu, Trump juga mengeklaim pasukan AS telah menenggelamkan seluruh kapal penebar ranjau milik Iran, tetapi masih belum diketahui apakah Iran telah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, seraya menuturkan Iran kini bisa memuat ranjau menggunakan kapal jenis lain dan menaruhnya di selat tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pencabutan keanggotan Iran di Komisi Status Perempuan langgar Piagam PBB
Indonesia
•
16 Dec 2022

Rusia kutuk keras serangan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah
Indonesia
•
02 Apr 2024

Warga sipil di Gaza terus jadi sasaran serangan
Indonesia
•
06 May 2026

Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah
Indonesia
•
21 Jul 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
