
Trump teken perintah pemberlakuan tarif universal 50 persen untuk impor produk tembaga tertentu

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam acara bertajuk 'Making Health Technology Great Again' di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 30 Juli 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Trump menandatangani perintah untuk mengatasi dampak impor tembaga dengan memberlakukan tarif universal sebesar 50 persen terhadap impor produk tembaga setengah jadi dan produk turunan sarat tembaga, yang berlaku mulai 1 Agustus.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (30/7) menandatangani perintah untuk mengatasi dampak impor tembaga dengan memberlakukan tarif universal sebesar 50 persen terhadap impor produk tembaga setengah jadi dan produk turunan sarat tembaga, yang berlaku mulai 1 Agustus.Perintah tersebut mengarahkan menteri perdagangan AS untuk menetapkan proses "inklusi" produk guna menambahkan produk turunan tembaga ke dalam tarif ini, dan Trump memberi wewenang kepada menteri perdagangan untuk mengambil langkah-langkah berdasarkan Undang-Undang Produksi Pertahanan guna mendukung industri tembaga dalam negeri, ungkap Gedung Putih dalam sebuah lembar fakta."Dengan mengambil tindakan ini, Presiden Trump menciptakan kondisi yang setara bagi bisnis-bisnis tembaga di AS untuk mendukung industri tembaga domestik yang kuat," imbuh Gedung Putih.Tembaga sangat penting bagi fondasi manufaktur yang menjadi sandaran keamanan nasional dan ekonomi AS, serta merupakan input penting dalam berbagai sistem pertahanan, termasuk pesawat terbang, kendaraan darat, kapal, kapal selam, rudal, dan amunisi, papar lembar fakta tersebut.Harga tembaga berjangka AS di Comex anjlok 20 persen setelah pengumuman tersebut, lapor Bloomberg. Hingga Rabu sore waktu setempat, harga tembaga AS telah diperdagangkan sekitar 28 persen di atas harga acuan tembaga berjangka di London Metal Exchange, karena para pedagang mengantisipasi tarif itu akan diberlakukan untuk semua impor logam olahan.Menurut Bloomberg dalam laporannya, keputusan Trump tersebut merupakan kejutan terbaru dari sang presiden untuk mengguncang pasar tembaga. Ketika Trump pertama kali mengisyaratkan kemungkinan tarif pada awal tahun ini, dia memicu lonjakan harga tembaga AS dibandingkan negara-negara lain di dunia dan memicu persaingan untuk mengirimkan tembaga ke AS guna menghindari tarif, sehingga menghasilkan keuntungan substansial bagi beberapa pedagang logam terbesar di dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia investment authority gandeng perusahaan UEA di proyek logistik 107 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2021

Minyak anjlok setelah AS rencanakan rekor pelepasan cadangannya
Indonesia
•
01 Apr 2022

Thailand akan menjadi eksportir herbal terbesar ASEAN
Indonesia
•
05 Oct 2020

Modal asing masuk RI sejak April sampai 21 Juni tercatat 1,5 miliar dolar AS
Indonesia
•
23 Jun 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
