Trump sebut perang dengan Iran kemungkinan akan berlanjut sepanjang pekan

Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di area tempat tinggal di Teheran, Iran, pada 15 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

Trump tidak yakin perang AS-Israel dengan Iran akan berakhir pekan ini, sembari mengulangi klaim sebelumnya bahwa konflik itu akan "segera" berakhir.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (16/3) mengatakan dirinya tidak yakin perang AS-Israel dengan Iran akan berakhir pekan ini, sembari mengulangi klaim sebelumnya bahwa konflik itu akan "segera" berakhir.

"Saya rasa tidak. Namun, segera," jawab Trump ketika ditanya oleh seorang reporter di Gedung Putih apakah perang dapat berakhir pekan ini.

"Tidak akan lama," tambah Trump. "Ini akan segera diselesaikan."

Presiden AS itu juga mengatakan dirinya akan "segera" mengumumkan negara-negara yang telah setuju untuk bergabung dengan koalisi yang diusulkan Gedung Putih untuk mengawal kapal-kapal melewati Selat Hormuz, jalur air utama yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

"Ada beberapa (negara). Kami akan segera mengumumkan beberapa nama," ucap Trump. "Ada beberapa yang memang sudah berada di barisan terdepan."

Namun, tampaknya banyak sekutu AS menunjukkan sikap tidak berkomitmen atau menolak untuk berpartisipasi.

Pada Senin, Trump berulang kali mengkritik sekutu-sekutu Eropa atas keengganan mereka dalam menanggapi seruannya untuk bergabung dalam pengawalan tersebut.

"Masalahnya dengan NATO adalah kita selalu ada untuk mereka, tetapi mereka tidak pernah ada untuk kita," kata Trump mengulangi pernyataannya.

"Eropa tidak tertarik pada perang tanpa akhir," kata Kaja Kallas, petinggi Uni Eropa, mengenai konflik AS-Israel dengan Iran di Brussel pada Senin. "Ini bukan perang Eropa, tetapi kepentingan Eropa dipertaruhkan secara langsung."

AS dan Israel memulai serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengganggu pelayaran global, memicu kenaikan harga minyak dunia, dan mengguncang perekonomian global.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait