
China kecam AS yang berkomplot dan dukung separatis ‘kemerdekaan Taiwan’

Foto yang diabadikan pada 20 Januari 2023 ini menunjukkan Empire State Building di New York City, Amerika Serikat (AS), berbalut cahaya merah untuk menyambut Tahun Baru Imlek. (Xinhua/Winston Zhou)
Tsai Ing-wen yang tiba di New York pada Rabu (29/9) waktu setempat guna melakukan perjalanan beberapa hari di Amerika Tengah dan Utara, disebut China sebagai upaya untuk mencari terobosan dan mempropagandakan "kemerdekaan Taiwan.
Beijing, China (Xinhua) – Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Rabu (29/3) mengecam Amerika Serikat (AS) yang secara mengerikan berkomplot dengan dan mendukung separatis "kemerdekaan Taiwan" sehubungan dengan apa yang disebut sebagai persinggahan pemimpin Taiwan di negara itu, serta mendesak pihak AS agar menghentikan segala bentuk interaksi resmi dengan Taiwan.Apa yang disebut sebagai persinggahan pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen di AS bukanlah sekadar "transit", melainkan upaya untuk mencari terobosan dan mempropagandakan "kemerdekaan Taiwan," kata Mao Ning, juru bicara Kemenlu China, dalam sebuah konferensi pers harian.Mao melontarkan pernyataan tersebut sebagai respons atas komentar seorang pejabat senior AS bahwa tidak ada alasan bagi China "untuk menggunakan kunjungan Tsai ke AS pekan ini sebagai dalih untuk bereaksi berlebihan.""Masalahnya bukan soal China yang bereaksi berlebihan, tetapi AS secara mengerikan berkomplot dengan dan mendukung separatis 'kemerdekaan Taiwan'," ujar Mao."China dengan tegas menentang segala bentuk interaksi resmi antara AS dan daerah Taiwan. Kami dengan tegas menentang setiap kunjungan yang dilakukan pemimpin otoritas Taiwan ke AS dengan nama apa pun atau dalih apa pun. Dan kami dengan tegas menentang AS melakukan bentuk kontak apa pun dengan otoritas Taiwan, yang melanggar prinsip Satu China," ungkapnya."China telah berulang kali memprotes pihak AS terkait apa yang disebut sebagai persinggahan Tsai di AS," tutur Mao. "Kesalahan masa lalu tidak membenarkan kesalahan baru. Mengulangi sebuah kesalahan tidak menjadikan kesalahan tersebut sah."Mao menambahkan bahwa pihak-pihak yang menciptakan masalah dan membuat provokasi bukanlah China, melainkan AS dan separatis "kemerdekaan Taiwan".Mao mendesak AS agar mematuhi prinsip Satu China dan tiga komunike bersama China-AS, bersungguh-sungguh mewujudkan komitmen para pemimpinnya untuk tidak mendukung "kemerdekaan Taiwan" atau "Dua China" atau "Satu China, Satu Taiwan," menghentikan segala bentuk interaksi resmi dengan Taiwan, menghentikan peningkatan pertukaran substantif dengan Taiwan, berhenti mencurangi dan merusak prinsip Satu China, serta berhenti merongrong landasan politik untuk hubungan bilateral, seraya menekankan perlunya memasang "pagar pembatas" pada hubungan tersebut."China akan memantau dengan cermat perkembangan itu serta dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial," imbuh Mao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Masjid di Sydney terima surat ancaman pembunuhan
Indonesia
•
23 Jan 2026

Edward Snowden resmi jadi warga negara Rusia
Indonesia
•
27 Sep 2022

Tesla tarik lebih dari 1,6 juta mobilnya di China
Indonesia
•
07 Jan 2024

China harapkan pengembangan hubungan dengan Iran
Indonesia
•
14 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
