
Spesies tumbuhan baru ditemukan di China barat baya

Foto yang diabadikan pada 22 Mei 2023 ini memperlihatkan Hypericum liboense di Cagar Alam Nasional Maolan di wilayah Libo, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Xu Jian)
Tumbuhan Hypericum sebagian besar berupa herba atau semak, dan lebih jarang berupa pohon, serta bunganya sering berwarna kuning atau keemasan dan kadang-kadang putih.
Guiyang, China (Xinhua) – Para peneliti China menemukan spesies baru Hypericum di Provinsi Guizhou, China barat daya.Penemuan tersebut, yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kehutanan di Universitas Guizhou, baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal PhytoKeys.Dalam ekspedisi survei tumbuhan di area karst Cagar Alam Nasional Maolan di wilayah Libo, para peneliti menemukan spesimen Hypericaceae yang tidak biasa, yang tumbuh di habitat berbatu, tanpa tanah, di puncak gunung karst."Setelah investigasi lapangan dan pengumpulan spesimen, kami melakukan analisis morfologi terperinci dan menyadari bahwa karakteristik morfologi spesies ini mirip dengan Hypericum, tetapi ada perbedaan yang jelas pada daun dan kelopak bunga dibandingkan dengan spesies-spesies yang dikenal di China," ujar An Mingtai, profesor di Fakultas Kehutanan di Universitas Guizhou, yang memimpin kelompok penelitian itu.Spesies baru itu diberi nama Hypericum liboense yang diambil dari nama wilayah tempat spesies itu ditemukan.Hypericum merupakan genus terbesar dari keluarga Hypericaceae, dengan sekitar 470 spesies di seluruh dunia. Di China, genus tersebut diketahui memiliki total 68 spesies dan sembilan subspesies, dengan 33 spesies di antaranya merupakan spesies endemik di negara itu.Tumbuhan Hypericum sebagian besar berupa herba atau semak, dan lebih jarang berupa pohon, serta bunganya sering berwarna kuning atau keemasan dan kadang-kadang putih. Beberapa spesies dari genus ini dibudidayakan di seluruh dunia karena nilai ornamentalnya, sementara sejumlah spesies dari genus itu memiliki khasiat obat yang signifikan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Studi: Tes usap hidung masih metode terbaik untuk uji infeksi
Indonesia
•
22 Jun 2022

China tingkatkan perlindungan mamalia langka di Sungai Yangtze
Indonesia
•
29 Nov 2022

Ilmuwan temukan gen kunci tingkatkan ketahanan jagung terhadap ‘root lodging’
Indonesia
•
07 Apr 2023

Tanzania sediakan koneksi internet berkecepatan tinggi di Gunung Kilimanjaro
Indonesia
•
18 Aug 2022


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
