
Two Countries Twin Parks China-Indonesia berkembang pesat dan buahkan hasil nyata

Foto yang diabadikan pada 17 November 2022 ini menunjukkan suasana Two Countries Twin Parks kawasan Fuqing (China) yang terletak di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, China tenggara. (Xinhua/Lin Shanchuan)
Proyek ‘Two Countries Twin Parks’ antara China dan Indonesia disepakati dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Januari 2021, dengan China menetapkan Zona Investasi Yuanhong di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, sebagai kawasan industri dari pihak mereka, sementara Indonesia menyiapkan tiga kawasan industri untuk proyek tersebut, yaitu Kawasan Industri Batang, Kawasan Industri Aviarna, serta Kawasan Bintan Industrial Estate.
Fuzhou, China (Xinhua) – Seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek percontohan, pelabuhan dibuka, sistem logistik berhasil dibentuk, dan skala perdagangan ditingkatkan, ‘Two Countries Twin Parks’ China-Indonesia kawasan Fuqing, yang terletak di Provinsi Fujian, China tenggara, sedang berkembang pesat. Kini, kawasan tersebut mulai menjajal mekanisme kerja baru untuk ‘Two Countries Twin Parks’, yang mengutamakan sinergi industri, konektivitas sarana, dan kebijakan saling menguntungkan.Pada Januari 2021, Kementerian Perdagangan China dan Pemerintah Provinsi Fujian serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia menandatangani nota kesepahaman tentang proyek ‘Two Countries Twin Parks’, dengan China menetapkan Zona Investasi Yuanhong di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, sebagai kawasan industri dari pihak mereka, sementara Indonesia menyiapkan tiga kawasan industri untuk proyek tersebut, yaitu Kawasan Industri Batang, Kawasan Industri Aviarna, serta Kawasan Bintan Industrial Estate.Menurut otoritas terkait di Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, sebuah dokumen Rancangan Kerja Sama Industri Two Countries Twin Parks China-Indonesia sudah diloloskan panitia pakar, draf rancangan kawasan industri percontohan pun telah selesai disusun. Kini, terdapat 36 proyek investasi di kawasan Fuqing dengan nilai investasi mencapai 19,8 miliar yuan.Mengenai proyek kerja sama bilateral, Salim Group dari Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan Fuqing Shengtian Food Co.,Ltd untuk menanamkan modal sebesar 5 miliar yuan guna membangun pusat perikanan dan kemaritiman di Indonesia, dan basis pertamanya yang berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah mulai beroperasi pada Maret lalu dengan output tahunan diperkirakan mencapai 500.000 ton, di mana pusat ini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan ekonomi lokal. Di masa depan, kedua pihak berencana membangun sembilan basis perikanan lainnya.
Foto yang diabadikan pada 17 November 2022 ini menunjukkan suasana Two Countries Twin Parks kawasan China yang terletak di Kota Fuqing, Provinsi Fujian, China tenggara. (Xinhua/Lin Shanchuan)
Foto yang diabadikan pada 16 November 2022 ini menunjukkan sejumlah staf Fujian Miaotianhui Food Co.,Ltd sedang mengemas ikan olahan diimpor dari Indonesia di "Two Countries Twin Parks" kawasan Fuqing, Provinsi Fujian, China tenggara. (Xinhua/Lin Shanchuan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

OPEC+ pangkas tipis ‘output’ minyak pada Oktober di tengah penurunan harga
Indonesia
•
06 Sep 2022

Jumlah investor saham baru bertambah 1 juta SID sepanjang 2021
Indonesia
•
02 Sep 2021

Merek China Jaecoo resmi masuk ke pasar Indonesia dan perkenalkan mobil ‘hybrid’
Indonesia
•
22 Jan 2025

Mendag lepas ekspor benang poliester ke Eropa dan Asia
Indonesia
•
13 Aug 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
