
Uni Eropa siap-siap keluarkan senjata terkuatnya untuk lawan tarif AS

Foto yang diabadikan pada 29 Januari 2025 ini menunjukkan Gedung Berlaymont, yang merupakan markas besar Komisi Eropa, di Brussel, Belgia. (Xinhua/Meng Dingbo)
UE sedang mempertimbangkan penggunaan Instrumen Anti-Paksaan (Anti-Coercion Instrument/ACI), yang disebut oleh beberapa orang dalam UE sebagai "bazoka besar".
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Eropa (UE) akan merespons dengan "langkah-langkah yang legal, sah, proporsional, dan tegas" atas tarif perdagangan Donald Trump, tetapi senjata terkuatnya masih "menjadi opsi", kata ketua komite perdagangan internasional Parlemen Eropa pada Kamis (3/4).Berbicara di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Bernd Lange menyebut tarif perdagangan baru Amerika Serikat (AS) itu sebagai sesuatu yang "tidak dapat dibenarkan, ilegal, dan tidak proporsional", serta mengatakan bahwa hal tersebut hanya akan menyebabkan eskalasi tarif lebih lanjut dan spiral ekonomi yang lebih buruk bagi AS dan dunia secara keseluruhan.Dia mengatakan UE sedang mempertimbangkan penggunaan Instrumen Anti-Paksaan (Anti-Coercion Instrument/ACI), yang disebut oleh beberapa orang dalam UE sebagai "bazoka besar"."Ini bukan langkah pertama kami. Menggunakan ACI akan menjadi eskalasi yang sulit dan karenanya menjadi pilihan terakhir, tetapi kami memilikinya," ujarnya.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berpidato di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, pada 1 April 2025. (Xinhua/Uni Eropa)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perusahaan makanan Indonesia gelar pameran dagang virtual di Taiwan
Indonesia
•
10 Jul 2020

OECD: Pertumbuhan PDB global diprediksi melambat jadi 3,1 persen pada 2025 dan 3 persen pada 2026
Indonesia
•
18 Mar 2025

BI catat modal asing keluar 5,49 triliun rupiah pada pekan kedua Agustus
Indonesia
•
14 Aug 2021

Swiss prioritaskan Indonesia dalam program kerja sama 2021-2024
Indonesia
•
12 Aug 2021


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
