Sesi lanjutan COP 16 ditutup dengan rencana pendanaan utama untuk keanekaragaman hayati

Kawanan burung kuntul terlihat di lahan basah Haiwei di Daerah Otonom Etnis Li Changjiang, Provinsi Hainan, China selatan, pada 24 Januari 2025. (Xinhua/Yang Guanyu)
Rencana Mobilisasi Sumber Daya Finansial untuk Keanekaragaman Hayati menetapkan target ambisius untuk mengamankan 200 miliar dolar AS setiap tahun per 2030 dari berbagai sumber pendanaan untuk mendukung inisiatif keanekaragaman hayati.
Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Sesi lanjutan pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP 16) ditutup di Roma pada Kamis (27/2) malam waktu setempat, mengadopsi rencana mobilisasi keuangan penting guna memajukan upaya keanekaragaman hayati global.Dalam negosiasi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, para pihak dalam COP 16 mencapai konsensus mengenai strategi Mobilisasi Sumber Daya Finansial untuk Keanekaragaman Hayati, yang menjadi fokus utama dalam sesi lanjutan itu. Rencana tersebut menetapkan target ambisius untuk mengamankan 200 miliar dolar AS setiap tahun per 2030 dari berbagai sumber pendanaan untuk mendukung inisiatif keanekaragaman hayati. Dari jumlah tersebut, 20 miliar dolar AS akan diambil dari arus keuangan internasional per 2025, dengan angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 30 miliar dolar AS per 2030.*1 dolar AS = 16.431 rupiahSejalan dengan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework/KMGBF), yang diadopsi pada COP 15 tahun 2022, para delegasi mendukung berbagai instrumen, mekanisme, dan lembaga yang dirancang untuk memfasilitasi mobilisasi dana yang diperlukan. Sesi-sesi tersebut juga menghasilkan kesepakatan tentang perencanaan, pemantauan, pelaporan, dan peninjauan kemajuan, beserta serangkaian indikator komprehensif untuk menilai implementasi KMGBF secara global dan nasional.Hasil utama dari sesi tersebut adalah peluncuran mekanisme pembiayaan baru Cali Fund yang didukung oleh kontribusi dari entitas sektor swasta yang secara komersial memanfaatkan data sumber daya genetik.Menandai langkah maju yang signifikan dalam pembiayaan keanekaragaman hayati, dana tersebut memastikan bahwa setidaknya 50 persen dari sumber dayanya akan diarahkan kepada masyarakat pribumi dan masyarakat lokal, mengakui peran penting mereka sebagai pelindung keanekaragaman hayati.Penutupan sesi lanjutan ini menandai pencapaian signifikan setelah pertemuan COP 16 yang diadakan tahun lalu di Cali, Kolombia, di mana diskusi ditangguhkan tanpa kesepakatan mengenai pendanaan dan beberapa isu utama lainnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Perkiraan inflasi Brasil pada 2022 turun jadi 5,79 persen
Indonesia
•
13 Dec 2022

Jepang naikkan proyeksi pertumbuhan PDB jadi 1,5 persen untuk tahun fiskal 2023
Indonesia
•
23 Dec 2022

Kemenpar luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026
Indonesia
•
21 Nov 2025

Wamendag lepas 57,6 ton kopi dari gudang SRG Subang ke China
Indonesia
•
29 Jul 2025
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
