
UE usulkan paket kebijakan baru guna atasi tingginya harga energi

Foto yang diabadikan pada 21 September 2022 menunjukkan satu-satunya terminal gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Yunani di Pulau Revithoussa, dekat Athena. (Xinhua/Marios Lolos)
Paket kebijakan baru UE bertujuan mengatasi tingginya harga energi dan meningkatkan stabilitas di pasar gas Eropa, dengan menerapkan pembelian gas kolektif.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Komisi Eropa mengusulkan paket kebijakan baru yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas di pasar gas Eropa.Dipresentasikan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan sejumlah komisaris Eropa lainnya pada Selasa (18/10) di Strasbourg, Prancis, paket kebijakan baru UE (Uni Eropa) tersebut meliputi pembelian gas kolektif, pembuatan patokan harga gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), dan solidaritas energi standar di antara negara-negara anggota Uni Eropa (UE).Von der Leyen juga menekankan perlunya melanjutkan upaya untuk menghemat gas, dan berinvestasi pada sektor energi terbarukan."Dalam konteks krisis gas yang terjadi saat ini, kita siap mendampingi perusahaan-perusahaan yang bersedia bergabung dengan konsorsium pembelian kolektif, mematuhi aturan perlindungan, dan sejalan dengan aturan persaingan kita," kata Margrethe Vestager, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa.Tujuan dari pembelian gas kolektif adalah untuk mengurangi penawaran yang tidak terkoordinasi untukdampak pasokan gas di antara negara-negara anggota UE, sehingga menghasilkan akses terhadap gas yang lebih adil dan berpotensi menurunkan harga.Para perusahaan akan mengajukan permintaan gas mereka pada sebuah platform penawaran, yang selanjutnya akan dikumpulkan, dan platform tersebut akan mencari pemasok. Negara-negara anggota UE akan diwajibkan untuk mengumpulkan setidaknya 15 persen dari pengisian penyimpanan gas mereka untuk musim pengisian berikutnya.Komisi Eropa juga mengusulkan pembuatan patokan harga baru untuk LNG, yang akan merefleksikan dengan lebih baik realitas pasar gas saat ini ketimbang indeks harga Title Transfer Facility (TTF) yang ada."Patokan harga saat ini tidak lagi disesuaikan dengan pasar yang sedang beralih dari gas jalur pipa ke LNG. Kita akan mengembangkan patokan baru dan menerapkan mekanisme untuk membatasi harga gas yang berlebihan," kata von der Leyen di media sosial.
Foto yang diabadikan pada 20 Mei 2022 ini menunjukkan fasilitas penyimpanan gas alam yang dioperasikan oleh Hungarian Gas Storage Ltd. di Desa Zsana, Hongaria. (Xinhua/Attila Volgyi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Varietas kopi paling 'underrated' di dunia bersinar di Provinsi Jambi
Indonesia
•
11 Dec 2025

Naiknya tingkat pengangguran diperkirakan menambah ketidakpastian dalam pemilu paruh waktu AS
Indonesia
•
19 Dec 2025

Uni Eropa usulkan kesepakatan industri bersih untuk dorong transisi energi
Indonesia
•
28 Feb 2025

Investasi UEA di Indonesia 259 juta dolar AS selama lima tahun terakhir
Indonesia
•
14 Dec 2020


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
