
Usai absen panjang, Gu Ailing sabet perak ‘freeski big air’ di Olimpiade Musim Dingin 2026

Atlet China Gu Ailing melakukan selebrasi dalam final cabang olahraga 'freeski' nomor big air putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Livigno, Italia, pada 16 Februari 2026. (Xinhua/Hu Chao)
Livigno, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Juara bertahan asal China, Gu Ailing, menyabet medali perak dalam cabang olahraga (cabor) freeski nomor big air putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Senin (16/2), menandai kembalinya Gu dengan gemilang ke ajang tersebut setelah empat tahun absen dari kompetisi internasional.
Atlet berusia 22 tahun tersebut, yang absen mengikuti kompetisi utama big air putri sejak meraih medali emas di Olimpiade Beijing, menyudahi perlombaan dengan raihan 179,00 poin, hanya selisih 1,75 poin di belakang sang pemenang, Megan Oldham dari Kanada.
"Ekspektasinya, saya tidak akan bilang rendah, tetapi saya hanya berusaha menjalaninya selangkah demi selangkah saat memasuki kompetisi big air pertama saya dalam empat tahun, dan turun ke lapangan, bermain ski, dan melihat apa yang terjadi," ujar Gu.
Ini merupakan medali perak keduanya di ajang tersebut setelah sebelumnya menempati posisi runner-up di nomor slopestyle, yang semakin menambah pundi-pundi medali bagi China tepat pada hari pertama Tahun Baru Imlek berdasarkan Waktu Beijing.
"Saya sangat senang," ungkapnya. "Hari ini adalah hari pertama Tahun Baru Imlek, Tahun Kuda, dan saya berharap semua orang menjalani tahun yang luar biasa serta sukses dalam segala hal yang mereka lakukan."
Berlangsung di Livigno Snow Park, babak final sempat ditunda selama lebih dari satu jam karena faktor angin kencang dan hujan salju.
Gu memulai perlombaan dengan luncuran (run) kuat yang menghasilkan 90,00 poin, meski sedikit tergelincir saat mendarat dalam run kedua sehingga hanya meraih 61,25 poin, lalu dia bangkit di bawah tekanan dengan mencatatkan 89,00 poin pada babak final.
Dengan medali perak tersebut, Gu kini mengoleksi lima medali Olimpiade Musim Dingin, jumlah terbanyak yang pernah diraih oleh atlet putri mana pun dalam sejarah freeski. Selanjutnya, dia juga akan berlaga di nomor andalannya, halfpipe.
"Saya sangat bahagia bisa meraih medali-medali ini," sebut Gu. "Namun, setiap medali terasa jauh lebih sulit untuk didapatkan dibandingkan sebelumnya."
Oldham, yang menempati posisi keempat di Beijing 2022, sukses merebut medali emas dengan skor 91,75 dan 89,00 pada dua run pertamanya. Kemenangan ini menandai medali Olimpiade keduanya di Milan-Cortina 2026, menyusul medali perunggu di nomor slopestyle.
"Rasanya luar biasa. Ini benar-benar impian saya," kata atlet Kanada berusia 24 tahun itu. "Saya sangat bangga pada diri saya karena bisa tampil di sini dan berhasil melakukan trik-trik yang saya inginkan malam ini, serta menunjukkan kemampuan ski terbaik saya dan membuat Kanada bangga."
Atlet Italia berusia 18 tahun, Flora Tabanelli, memukau penonton tuan rumah dengan keberhasilannya menyabet medali perunggu, yang ditandai dengan meraih skor tertinggi dalam kompetisi, yakni 94,25, pada run finalnya.
Liu Mengting dari China finis di posisi ketujuh dalam penampilan perdananya di ajang Olimpiade.
Sementara itu, Mathilde Gremaud dari Swiss, peraih medali perunggu big air di Beijing sekaligus juara slopestyle di Milan-Cortina, mundur dari babak final setelah mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan dan menderita cedera pinggul.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasangan panda raksasa pulang ke China dari Inggris
Indonesia
•
06 Dec 2023

6 hal bersejarah dalam Piala Dunia 2022
Indonesia
•
16 Dec 2022

Republik Ceko berduka atas kematian korban insiden penembakan di universitas
Indonesia
•
25 Dec 2023

Feature – Migran yang pulang ke daerah asal dorong pembangunan pedesaan di China
Indonesia
•
14 Mar 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
