
Misi China bahas pembangunan global dengan wadah pemikir Indonesia

Fu Fengshan, Kuasa Usaha Misi China untuk ASEAN, menyampaikan pidato di China-ASEAN Media & Think Tank Salon di Jakarta pada 26 Oktober 2023. (Xinhua/Xu Qin)
"Visi komunitas global dengan masa depan bersama bukanlah alat geopolitik atau slogan propaganda dan ini tidak akan menggantikan satu sistem atau peradaban dengan yang lain. Ini bukan upaya untuk menarik garis berdasarkan ideologi, atau bersatu untuk membentuk blok-blok eksklusif."
Jakarta (Xinhua) – Pemerintah China telah merilis buku putih tentang visi membangun ‘komunitas global dengan masa depan bersama’ yang menyoroti upaya mencapai kemakmuran bersama masyarakat dunia. Sebagai tindak lanjut, Misi China untuk ASEAN baru-baru ini menggelar diskusi untuk menampung berbagai masukan dan pandangan dari media dan wadah pemikir (think tank) di Indonesia terkait proposal tersebut.Kuasa Usaha (Charge d'Affaires) Misi China untuk ASEAN, Fu Fengshan, yang memimpin diskusi memulai dengan menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul untuk menjawab tantangan pembangunan dan perdamaian dunia yang semakin kompleks. Buku putih ini memberikan pengenalan komprehensif tentang landasan teori, praktik dan pengembangan komunitas global dengan masa depan bersama dengan lima aspek utama yakni terbuka dan inklusif, kesetaraan dan keadilan, hidup berdampingan secara harmonis, keberagaman serta persatuan dan kerja sama."Visi komunitas global dengan masa depan bersama bukanlah alat geopolitik atau slogan propaganda dan ini tidak akan menggantikan satu sistem atau peradaban dengan yang lain. Ini bukan upaya untuk menarik garis berdasarkan ideologi, atau bersatu untuk membentuk blok-blok eksklusif," kata Fu dalam diskusi di Jakarta pada Kamis (26/10).Gagasan "masa depan bersama" ini sangat penting bagi China dan ASEAN yang merupakan tetangga dekat dan memiliki kerja sama yang intensif. Fu bahkan menyebut China dan ASEAN merupakan tetangga yang tidak dapat hidup tanpa satu sama lain. Karena itu, China berjanji akan terus mendorong prinsip-prinsip dalam proposal tersebut dan bekerja sama dengan ASEAN dalam pembangunan dan menjaga keharmonisan.Beberapa partisipan dalam diskusi tersebut yang berasal dari media dan wadah pemikir menekankan pentingnya pertukaran budaya yang lebih intensif. Menanggapi hal tersebut, Misi China untuk ASEAN optimistis pertukaran budaya antara ASEAN dan China ke depannya akan terus meningkat sejalan dengan "People-to-people bond" yang merupakan aspek penting dalam Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI).Perihal hubungan China dan Amerika Serikat, para partisipan berpendapat bahwa hubungan kedua negara besar ini sangat penting dan seharusnya berkembang dengan sehat, hal itu vital dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat dunia, termasuk ASEAN.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sejumlah politeknik Indonesia jalin kerja sama baru dengan perguruan tinggi China
Indonesia
•
05 May 2024

Presidensi G20 RI prioritaskan kesehatan global, ekonomi digital dan transisi energi
Indonesia
•
17 Feb 2022

Indonesia berikan kendaraan medis bagi Palestina
Indonesia
•
20 Nov 2019

Inilah kementerian negara Kabinet Merah Putih
Indonesia
•
22 Oct 2024


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
