
Wahana antariksa Dragon Crew-12 SpaceX sukses ‘docking’ dengan stasiun luar angkasa

Gambar tangkapan layar dari video yang dirilis SpaceX pada 20 April 2023 ini menunjukkan roket Starship lepas landas dari landasan peluncuran di Starbase SpaceX di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat. (Xinhua/SpaceX)
Crew-12 akan melakukan penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempersiapkan eksplorasi manusia di luar orbit rendah Bumi dan memberikan manfaat bagi kehidupan di Bumi.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Wahana antariksa Dragon milik SpaceX yang membawa empat astronaut untuk misi Crew-12 NASA berhasil melakukan penambatan (docking) secara otonomos dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada Sabtu (14/2).
Wahana antariksa tersebut lepas landas pada Jumat (13/2) pukul 05.15 Eastern Time (17.15 WIB) menggunakan roket Falcon 9 dari Pangkalan Angkatan Antariksa Tanjung Canaveral di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat (AS). Wahana itu kemudian melakukan penambatan dengan port yang menghadap ke luar angkasa di modul Harmony ISS pada Sabtu sekitar pukul 15.15 Eastern Time atau Ahad (15/2) pukul 03.15 WIB.
Kru beranggotakan empat orang ini terdiri dari astronaut NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronaut Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) Sophie Adenot, serta kosmonaut Roscosmos Andrey Fedyaev.
Selama misi yang berlangsung kurang lebih delapan bulan itu, Crew-12 akan melakukan penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempersiapkan eksplorasi manusia di luar orbit rendah Bumi dan memberikan manfaat bagi kehidupan di Bumi, sebut NASA.
Para kru akan meneliti bakteri penyebab pneumonia guna membantu menyempurnakan pengobatan kardiovaskular, dan menguji teknologi produksi cairan intravena sesuai permintaan untuk misi antariksa di masa depan. Selain itu, mereka juga akan menganalisis bagaimana karakteristik fisik memengaruhi aliran darah selama penerbangan antariksa.
Sejumlah eksperimen tambahan mencakup pemantauan kesehatan tanaman otomatis dan penelitian tentang interaksi antara tanaman dan mikroba pengikat nitrogen untuk meningkatkan produksi pangan di luar angkasa, menurut NASA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sampel rambut ungkap dampak stres terhadap anak-anak autistik
Indonesia
•
02 Feb 2026

Pusat cuaca antariksa China ramalkan badai geomagnetik kuat bakal hantam Bumi
Indonesia
•
11 Oct 2024

Ilmuwan temukan bukti baru terkait kelayakan huni bulan planet Saturnus
Indonesia
•
10 Oct 2022

Perusahaan swasta Rusia membuat kluster orbital untuk 510 satelit
Indonesia
•
21 Oct 2020


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
