
Media: Pendidik keturunan Asia di AS merasa terisolasi dan terbebani

Sambil memegang poster, sejumlah orang mengikuti unjuk rasa Stop Asian Hate di Oakland, San Francisco Bay Area, Amerika Serikat, pada 3 April 2021. (Xinhua/Wu Xiaoling)
Warga Amerika keturunan Asia (satu dari lima) mengalami insiden kebencian pada tahun pertama pandemik COVID-19, dan mereka yang bekerja sebagai pendidik merasa terisolasi dan frustasi karena sikap diam rekan-rekan mereka maupun kepala sekolah.
New York City, AS (Xinhua) – Menurut data terbaru dari Stop AAPI (Asian Americans and Pacific Islanders) Hate, satu dari lima warga Amerika keturunan Asia mengalami insiden kebencian pada tahun pertama pandemik COVID-19, lapor portal berita Edsurge pada awal pekan ini.Selama tahun lalu, EdSurge Research mengumpulkan berbagai cerita dari para pendidik K-12 (TK hingga Kelas XII) keturunan Asia di Amerika Serikat (AS) yang masih bekerja pada saat kekerasan terhadap warga Amerika keturunan Asia berada di titik tertinggi sepanjang masa."Secara umum, sebanyak 80 pendidik K-12 Amerika keturunan Asia yang kami wawancarai menyebut insiden-insiden ini, dan sikap diam rekan-rekan mereka maupun kepala sekolah, sebagai hal yang membuat mereka sangat frustrasi dan trauma," kata laporan itu."Bagi banyak orang, hal ini memunculkan kembali pengalaman lama terkait rasisme," tulis laporan. "Mereka harus menghadapi perjuangan emosional untuk menjelaskan bagaimana agresi mikro, komentar yang tidak sensitif, dan tindakan noresponsif merupakan sikap rasis."Mereka harus memutuskan apakah berbicara tentang rasisme dalam berita, menyerukan rasisme antarpribadi, atau menekan emosi demi orang lain sepadan dengan risiko pekerjaan dan energi mental mereka, urai laporan."Akhirnya, banyak guru melakukan pemrograman, pengembangan kurikulum, dan pengembangan profesional mereka sendiri. Ini merupakan beban tambahan bagi kesehatan mental mereka," imbuh laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Mesir tekankan tak ada ruang untuk 'polarisasi politik, ekonomi' di KTT iklim COP27
Indonesia
•
25 Oct 2022

Kehidupan dan produksi kembali normal di Xinjiang, China
Indonesia
•
13 Dec 2022

Beijing akan rampungkan restorasi ekologis 8.000 hektare lahan pada 2023
Indonesia
•
04 Feb 2023

WHO: Angka kematian anak tinggi di 7 dari 9 negara dunia
Indonesia
•
09 Sep 2020


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
