
X-59 NASA selesaikan penerbangan supersonik pertama, capai kecepatan 1.300 km/jam

Roket Atlas V milik United Launch Alliance yang membawa wahana antariksa Starliner buatan Boeing lepas landas dari Kompleks Peluncuran Luar Angkasa-41 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2024. (Xinhua/NASA/Joel Kowsky)
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pesawat eksperimental X-59 NASA menuntaskan penerbangan supersonik pertamanya pada Jumat (5/6), menandai tonggak penting dalam pengembangan teknologi supersonik senyap milik badan antariksa tersebut.
Penerbangan tersebut menjadi persiapan bagi demonstrasi kemampuan supersonik senyap pesawat itu tahun ini, demikian disampaikan NASA dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs web resminya.
Pilot uji NASA, Jim ‘Clue’ Less, lepas landas dan mendaratkan pesawat tersebut di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California, mencapai kecepatan puncak sekitar Mach 1,1 (lebih dari 1.300 km/jam) dan ketinggian 43.400 kaki (sekitar 13,2 kilometer). Menurut pernyataan tersebut, penerbangan dimulai pada pukul 11.08 Waktu Pasifik dan berlangsung selama 81 menit.
"X-59 tengah bersiap untuk melakukan debut supersonik senyapnya. Sejak penerbangan perdananya pada 28 Oktober 2025, tim telah mencatat kemajuan besar, terbang 16 kali dalam 90 hari terakhir dan memasuki ritme pengujian yang stabil. Dalam beberapa hari mendatang, kami berharap dapat melangkah ke tahap berikutnya dan meningkatkan kecepatan hingga Mach 1,4," ujar Jared Isaacman, Administrator NASA.
Selama beberapa bulan terakhir, X-59 telah menjalani serangkaian uji terbang pada berbagai kecepatan dan ketinggian, yang merupakan fase pertama dari program uji terbang pesawat yang berfokus pada evaluasi kinerja dan melibatkan pemantauan pesawat pengejar, menurut pernyataan tersebut.
Fase pengujian berikutnya akan berfokus pada profil suara X-59 guna memverifikasi kemampuan dentuman senyapnya, sebut pernyataan itu.
Pesawat X-59 dirancang untuk terbang pada kecepatan supersonik dengan hanya menghasilkan dentuman senyap, alih-alih ledakan sonik yang keras. Menurut pernyataan tersebut, pesawat ini merupakan inti dari misi Quesst NASA yang bertujuan untuk mendemonstrasikan penerbangan supersonik senyap serta membantu memungkinkan penerbangan supersonik komersial di atas daratan di seluruh dunia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China secara aktif percepat pembangunan jaringan komputasi
Indonesia
•
05 Apr 2023

NASA dan SpaceX targetkan peluncuran Crew-6 selanjutnya pada 2 Maret
Indonesia
•
28 Feb 2023

Ilmuwan China temukan gen padi yang lebih tahan panas
Indonesia
•
19 Jun 2022

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
