
Kebun binatang tertua di Myanmar rayakan HUT ke-118

Seekor burung merak biru terlihat di Kebun Binatang Yangon di Yangon, Myanmar, pada 25 Januari 2024. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Yangon Zoological Garden menjadi rumah bagi 45 spesies mamalia, 72 spesies burung, dan 19 spesies reptil, dengan total lebih dari 136 spesies dan lebih dari 2.000 satwa.
Yangon, Myanmar (Xinhua) – Kebun Binatang Yangon (Yangon Zoological Garden), kebun binatang tertua di Myanmar, merayakan hari ulang tahunnya (HUT) yang ke-118 pada Kamis (25/1).Sebuah acara akan diadakan selama empat hari di kebun binatang tersebut mulai Kamis, yang meliputi presentasi satwa, galeri yang membagikan pengetahuan tentang satwa liar, pertunjukan band musik, pertunjukan tari, permainan untuk anak-anak, pertunjukan sulap, dan bazar.Kebun Binatang Yangon, yang dibuka pada Januari 1906, memberikan pengunjung edukasi tentang satwa liar sekaligus rekreasi, sehingga pengunjung dapat menyaksikan perilaku hewan dan kebiasaan mereka, kata Kepala Kebun Binatang Yangon Than Myint Tun kepada Xinhua.
Orang-orang mengunjungi Kebun Binatang Yangon di Yangon, Myanmar, pada 25 Januari 2024. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Orang-orang memberi makan kuda nil di Kebun Binatang Yangon di Yangon, Myanmar, pada 25 Januari 2024. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sedikitnya 151 tewas dalam perayaan Halloween di Seoul, Korsel
Indonesia
•
30 Oct 2022

Kolapsnya sistem layanan kesehatan tambah penderitaan di Gaza
Indonesia
•
13 Nov 2023

COVID-19 – Kasus rawat inap dan kematian di Los Angeles lampaui angka musim dingin tahun lalu
Indonesia
•
20 Dec 2022

Jahe merah tingkatkan daya tahan tubuh, cegah corona
Indonesia
•
17 Mar 2020


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
