
2 dari 3 orang dewasa Australia kelebihan berat badan, makanan ultraolahan jadi sorotan

Ilustrasi. (Towfiqu barbhuiya on Unsplash)
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah program penelitian baru akan mengkaji kebijakan yang bertujuan mengurangi konsumsi makanan ultraolahan dan minuman berpemanis di kalangan warga Australia, seiring dengan obesitas dan penyakit kronis terkait pola makan yang semakin membebani sistem kesehatan.
Program yang berlangsung selama lima tahun tersebut, yang didanai oleh Hibah Peneliti Dewan Riset Kesehatan dan Medis Nasional, akan menghasilkan bukti untuk mendukung pengambilan keputusan kebijakan terkait ketersediaan yang luas serta pemasaran makanan dan minuman tersebut, menurut pernyataan yang dirilis South Australian Health and Medical Research Institute pada Rabu (19/8).
Dua dari tiga orang dewasa Australia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, sementara makanan ultraolahan dan minuman berpemanis menyumbang 42 persen dari pola makan warga Australia, ungkap pernyataan tersebut.
"Banyak produk ini dirancang, dipasarkan, dan dikemas sedemikian rupa sehingga mendorong konsumsi berlebihan," kata Profesor Caroline Miller, direktur pusat kebijakan kesehatan institut penelitian tersebut, seraya mengatakan bahwa lingkungan pangan saat ini menyulitkan masyarakat untuk membuat pilihan berdasarkan informasi yang memadai, sehingga menegaskan perlunya kebijakan yang mendukung pilihan yang lebih sehat.
Salah satu fokus utama penelitian tersebut adalah mengevaluasi efektivitas label peringatan pada bagian depan kemasan dalam mengurangi konsumsi produk berkadar gula tinggi, yang dapat membantu masyarakat "lebih memahami apa yang mereka konsumsi dan mendorong pilihan yang lebih sehat," kata Miller.
Program tersebut juga akan menyediakan data terkini mengenai pola konsumsi masyarakat Australia serta pandangan publik terhadap kemungkinan kebijakan yang dapat diterapkan, termasuk pelabelan, regulasi, dan intervensi lainnya, kata para peneliti, seraya menambahkan bahwa mereka akan bekerja sama erat dengan pembuat kebijakan untuk memastikan hasil penelitian dapat dituangkan menjadi rekomendasi praktis berbasis bukti.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti kembangkan masker digital untuk fasilitasi diagnosis anonim dan perlindungan privasi
Indonesia
•
27 Sep 2022

Teknologi pertanian inovatif China hadirkan kelezatan sayuran baru
Indonesia
•
15 May 2024

Tim peneliti Australia kembangkan kulit manusia buatan lab yang punya sistem peredaran darah
Indonesia
•
23 Aug 2025

Ilmuwan China dan Korsel ungkap misteri asal-usul sapi domestik Asia Timur
Indonesia
•
24 Dec 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
