
Arab Saudi perluas layanan e-visa, cakup Barbados, Persemakmuran Bahama, Grenada

Pemerintah Arab Saudi telah memperluas aksesibilitas layanan visa elektronik (E-visa), dengan menambahkan warga dari tiga negara, yakni Barbados, Persemakmuran Bahama, dan Grenada. (Saudi Press Agency)
Aksesibilitas layanan visa elektronik (E-visa) Arab Saudi menambahkan warga dari tiga negara, yakni Barbados, Persemakmuran Bahama, dan Grenada, menjadikan jumlah negara yang berhak mendapatkan layanan ini menjadi 66 negara.
Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Arab Saudi telah memperluas aksesibilitas layanan visa elektronik (E-visa), dengan menambahkan warga dari tiga negara, yakni Barbados, Persemakmuran Bahama, dan Grenada, menurut laporan dari Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip di Jakarta, Kamis.Warga negara-negara tersebut sekarang memiliki fleksibilitas untuk mengajukan visa secara online atau mendapatkannya setibanya di titik masuk wilayah Kerajaan. Perluasan ini meningkatkan jumlah negara yang berhak mendapatkan layanan e-Visa Saudi menjadi 66 negara.Inisiatif tersebut merupakan bagian penting dari upaya strategis Kementerian Pariwisata Arab Saudi untuk meningkatkan konektivitas global Kerajaan, merangsang diversifikasi ekonomi, dan mencapai tujuan ambisius yang ditetapkan dalam Visi 2030, khususnya di sektor pariwisata. Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kontribusi industri pariwisata terhadap PDB melebihi 10 persen dan menciptakan satu juta lapangan kerja.Selain warga negara dari tiga negara yang baru dimasukkan tersebut, visa turis telah diperluas ke tujuh kategori tambahan. Kategori ini mencakup penduduk AS, Inggris, dan Uni Eropa, serta pemegang visa kunjungan dari AS, Inggris, dan wilayah Schengen.Selain itu, warga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) juga berhak mendapatkan visa, yang memfasilitasi mereka untuk berbagai tujuan perjalanan seperti pariwisata, umroh, mengunjungi keluarga dan teman, serta berpartisipasi dalam berbagai acara, pameran, dan konferensi.Arab Saudi juga telah memperkenalkan visa transit bagi para pelancong yang menggunakan maskapai Saudia dan Flynas, yang memungkinkan mereka tinggal selama 96 jam di wilayah Kerajaan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.Kementerian Pariwisata memperkenalkan visa kunjungan pada bulan September 2019 sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk menawarkan potensi wisata Arab Saudi dalam bentuk pengalaman budaya, sekaligus mempromosikan interaksi internasional.Sistem visa elektronik Arab Saudi akan diperluas di masa depan guna mencakup lebih banyak negara dan wilayah. Kemajuan ini akan berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan dan perluasan infrastruktur sektor pariwisata negara kerajaan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menkeu AS: G7 akan berusaha rebut aset elit penting Rusia
Indonesia
•
02 Mar 2022

Tanggapi rencana Trump, Hamas setuju pembebasan sandera Israel dan pemerintahan Gaza
Indonesia
•
04 Oct 2025

AS-China sepakat bentuk kelompok kerja tingkatkan aksi iklim
Indonesia
•
14 Nov 2021

Yahoo News: Negara lain soroti bahaya kekerasan senjata bagi calon pelancong ke AS
Indonesia
•
21 May 2023


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
