Universitas Columbia perpanjang negosiasi dengan aktivis mahasiswa pro-Palestina

Massa berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro-Palestina di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, pada 23 April 2024. (Xinhua/Li Rui)
Aksi unjuk rasa pro-Palestina meluas ke sejumlah universitas di seluruh Amerika Serikat, menuntut agar universitas melakukan divestasi dari segala sesuatu yang berhubungan dengan Israel.
New York City, AS (Xinhua) – Di tengah aksi unjuk rasa penuh ketegangan yang telah berlangsung selama delapan hari, pihak Universitas Columbia pada Rabu (24/4) mengatakan bahwa mereka telah memperpanjang negosiasi dengan para aktivis mahasiswa terkait pembongkaran perkemahan pro-Palestina.Seorang juru bicara Universitas Columbia mengatakan bahwa negosiasi kini akan dilanjutkan selama 48 jam ke depan menyusul "kemajuan penting" yang dicapai dalam diskusi.
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina dalam aksi unjuk rasa pro-Palestina yang digelar di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, pada 23 April 2024. (Xinhua/Li Rui)
Petugas polisi berjaga di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, pada 24 April 2024. (Xinhua/Li Rui)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

5 negara bagian AS desak Elon Musk perbaiki chatbot X yang sebarkan hoaks tentang pemilu
Indonesia
•
09 Aug 2024

PM Israel bersumpah akan lancarkan serangan darat ke Rafah "ada atau tanpa" kesepakatan
Indonesia
•
03 May 2024

Trump potong anggaran institusi pendanaan ilmu pengetahuan terkemuka di AS
Indonesia
•
24 Jul 2025

Taiwan keluarkan peringatan perjalanan untuk 44 negara karena cacar monyet
Indonesia
•
01 Jul 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
