
Dua penjaga perdamaian tewas, Sekjen PBB kecam bentrokan komunal di Abyei

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara dalam pembukaan Debat Umum sesi ke-78 Majelis Umum PBB di markas besar PBB di New York City, pada 19 September 2023. (Xinhua/Li Rui)
Kekerasan mematikan yang terjadi pada 28 Januari 2024 di Daerah Administratif Abyei yang disengketakan, menewaskan dua penjaga perdamaian dan sejumlah warga sipil.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (29/1) mengecam kekerasan mematikan yang terjadi pada akhir pekan lalu di Daerah Administratif Abyei yang disengketakan, yang menewaskan dua penjaga perdamaian dan sejumlah warga sipil, demikian disampaikan oleh juru bicaranya."Sekjen mengecam kekerasan dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian serta menyerukan kepada pemerintah Sudan Selatan dan Sudan untuk segera menyelidiki serangan tersebut, dengan bantuan pasukan penjaga perdamaian, yang dikenal sebagai UNISFA, dan membawa pelakunya ke pengadilan," kata Stephane Dujarric, juru bicara Guterres. "Dia mengingatkan semua pihak bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB mungkin merupakan kejahatan perang."Dujarric mengatakan Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para penjaga perdamaian Ghana dan Pakistan maupun warga sipil Abyei yang tewas, sekaligus kepada pemerintah serta rakyat Ghana dan Pakistan.Para pejabat di Juba, Sudan Selatan, pada Ahad (28/1) mengonfirmasi sedikitnya 42 orang tewas akibat bentrokan yang terjadi pada Sabtu (27/1) antara pemuda bersenjata dari komunitas Twic dan Ngok Dinka.Sekretaris Jenderal Daerah Administratif Khusus Abyei Rou Manyiel Rou menyebutkan serangan-serangan di wilayah Nyinkuac, Majbong, dan Khadian oleh pemuda bersenjata dari komunitas Twic dan pemuda yang loyal kepada pemimpin spiritual mereka, Gai Machiek, juga telah melukai 35 orang.Simon Aguek Chan, komisaris Wilayah Twic di Negara Bagian Warrap, mengatakan bahwa pemuda dari wilayah mereka tidak terlibat dalam kekerasan di Daerah Administratif Abyei. Aguek pun menambahkan bahwa pertikaian itu terjadi antara pemuda bersenjata asal Nuer yang menetap di Abyei dan pemuda Ngok Dinka setempat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tajuk Xinhua: Pertemuan peringatan digelar untuk kenang Jiang Zemin (Bagian 3-selesai)
Indonesia
•
08 Dec 2022

Jual kendaraan di bawah standar keselamatan, 10 produsen mobil di Korsel dijatuhi denda
Indonesia
•
22 Mar 2024

Opini: Partisipasi Taiwan dalam ICAO wujudkan kemajuan penerbangan sipil dunia
Indonesia
•
27 Sep 2022

Fokus Berita – Skandal penyuntingan BBC perparah krisis kredibilitas
Indonesia
•
17 Nov 2025


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
