
Peneliti China integrasikan fisika dan AI untuk tingkatkan akurasi prakiraan curah hujan

Orang-orang melintasi jalan di tengah salju di Zaozhuang, Provinsi Shandong, China timur, pada 21 Februari 2024. (Xinhua/Sun Zhongzhe)
Akurasi prakiraan curah hujan dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan baru yang memadukan fisika dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China baru-baru ini membuat kemajuan dalam meningkatkan akurasi prakiraan curah hujan menggunakan pendekatan baru yang memadukan fisika dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters ini dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Institut Fisika Atmosfer (Institute of Atmospheric Physics/IAP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.Menurut studi tersebut, pada era AI, model meteorologi dan iklim murni berbasis data secara bertahap mulai mengejar, dan bahkan melampaui, model numerik tradisional. Namun, masih terdapat tantangan signifikan pada model-model deep learning saat ini, yang menghambat kemampuan untuk memprediksi fenomena cuaca dan iklim yang kompleks, termasuk curah hujan.Para peneliti mengusulkan pendekatan baru untuk mengatasi tantangan ini yang menggabungkan fisika, dinamika atmosfer, dan model deep learning.Dengan memanfaatkan EarthLab, Fasilitas Simulator Numerik Sains Sistem Bumi baru yang dikembangkan oleh IAP, tim itu menggunakan data dan daya komputasi untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki oleh model numerik untuk memprediksi cuaca.Mereka fokus pada penggabungan variabel fisik melalui jaringan saraf grafik untuk memperkenalkan batasan fisik dan meningkatkan akurasi prakiraan curah hujan.Pada era AI, integrasi fisika merupakan tantangan besar dengan berbagai pendekatan dan perspektif, kata Huang Gang, penulis korespondensi dalam studi tersebut."Tim kami, yang memanfaatkan pertimbangan dinamika iklim dan atmosfer, bereksperimen dengan menerapkan batasan lunak pada model-model dari perspektif penggabungan fisik," imbuh Huang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap penyebab pergeseran garis batas pohon akibat pemanasan global
Indonesia
•
19 Jul 2023

China punya jumlah paten 5G terbanyak di dunia
Indonesia
•
08 Jun 2022

Ilmuwan Australia ungkap bahaya tersembunyi pestisida di ekosistem akuatik
Indonesia
•
25 Jun 2025

Pengguna internet di China tembus 1,09 miliar pada 2023
Indonesia
•
24 Mar 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
