
Aljazair, Indonesia tandatangani MoU untuk perkuat kerja sama di sektor fosfat

Aljazair dan Indonesia tandatangani MoU untuk perkuat kerja sama di sektor fosfat. (Foto: Istimewa)
SOMIPHOS dan Pupuk Indonesia menandatangani MoU dengan tujuan untuk membangun kerangka kerja sama dan kemitraan antara kedua pihak guna mempelajari dan mengembangkan peluang kolaborasi di sektor fosfat.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Negara dan Menteri Hidrokarbon dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, memimpin penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang fosfat Aljazair (SOMIPHOS), anak perusahaan Grup Sonarem, dan Pupuk Indonesia pada Selasa (20/1).
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani dengan tujuan untuk membangun kerangka kerja sama dan kemitraan antara kedua pihak guna mempelajari dan mengembangkan peluang kolaborasi di sektor fosfat.
Hal tersebut termasuk melihat kemungkinan memasok Pupuk Indonesia dengan fosfat Aljazair, serta menjajaki peluang investasi bersama dalam kegiatan penambangan dan pengolahan unsur kimia itu di negara Afrika Utara tersebut, dan mengembangkan proyek-proyek terkait produk turunannya.
Nota kesepahaman tersebut juga mengatur pelaksanaan studi pendahuluan bersama untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomi dari proyek-proyek potensial, pertukaran data dan informasi yang relevan, dan eksplorasi prospek kerja sama pada tahap awal industri pengolahan fosfat.
Upaya-upaya ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat integrasi industri.
Nota kesepahaman tersebut berlaku selama delapan belas bulan dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak.
Selama periode ini, pertemuan rutin akan diselenggarakan guna memantau kemajuan diskusi dan studi, dengan kemungkinan untuk menyimpulkan perjanjian implementasi selanjutnya yang secara tepat mendefinisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak, sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, Mohamed Arkab menekankan bahwa penandatanganan nota kesepahaman itu sesuai dengan arahan Presiden Republik (Aljazair) yang bertujuan untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara sahabat, khususnya di sektor pertambangan strategis.
Dia menjelaskan bahwa sektor fosfat dianggap sebagai pilar utama dalam diversifikasi ekonomi nasional, pengembangan industri pengolahan, dan penciptaan nilai tambah.
Dia juga menyoroti pentingnya kemitraan ini dalam mendukung kerja sama Aljazair-Indonesia, mempromosikan investasi produktif, dan mentransfer keahlian dan teknologi dengan cara yang melayani kepentingan bersama kedua negara.
Kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan industri dalam jangka menengah dan panjang.
Sementara itu, para pejabat dari Pupuk Indonesia menyatakan minat yang besar pada pertambangan Aljazair dan peluang yang ditawarkan oleh kerja sama dengan SOMIPHOS dan Grup Sonarem.
Mereka menegaskan kesediaan mereka untuk melanjutkan studi proyek kemitraan yang praktis dan berkelanjutan di bidang produksi fosfat dan pupuk.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Berlian terbesar kedua di dunia ditemukan di Botswana
Indonesia
•
26 Aug 2024

Minyak naik tipis karena permintaan konsumen dan persediaan menurun
Indonesia
•
16 Dec 2021

Langkah-langkah penghematan energi mulai diberlakukan di Jerman
Indonesia
•
02 Sep 2022

Pekerjaan makin fleksibel naikkan pengeluaran perjalanan warga UEA pada 2023
Indonesia
•
11 Jan 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
