Uni Afrika nyatakan kekhawatiran soal pendanaan berkelanjutan kegiatan teroris di Afrika

Foto yang diabadikan pada 9 September 2023 ini menunjukkan gedung-gedung markas besar Uni Afrika (UA) di Addis Ababa, Ethiopia. (Xinhua/Wang Guansen)
Ancaman perdamaian dan keamanan di Afrika telah mengganggu kemajuan menuju realisasi aspirasi cetak biru pembangunan Agenda 2063 Afrika dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua) – Komisi Uni Afrika (UA) pada Selasa (7/11) menyatakan kekhawatiran yang mendalam terkait pendanaan berkelanjutan untuk kegiatan teroris di Afrika.Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika dalam sebuah komunike yang dikeluarkan usai pertemuan mengenai kontraterorisme di Afrika belum lama ini."Dewan ini menyatakan kekhawatiran yang mendalam atas pendanaan yang berkelanjutan untuk kegiatan terorisme, terutama hubungan yang berkembang antara terorisme dan kejahatan terorganisasi transnasional, termasuk perdagangan narkoba, eksploitasi dan perdagangan sumber daya alam dan mineral secara ilegal, serta aliran keuangan ilegal yang memiliki dampak melemahkan perekonomian nasional negara-negara anggota," demikian bunyi komunike tersebut.Lebih lanjut, dewan itu menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya ancaman terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Afrika yang ditimbulkan oleh penyebaran terorisme dan ekstremisme kekerasan di seluruh benua itu, yang merongrong upaya UA untuk menghentikan kekerasan bersenjata api di Afrika pada 2030 mendatang.Dewan itu mengatakan bahwa ancaman perdamaian dan keamanan di Afrika telah mengganggu kemajuan menuju realisasi aspirasi cetak biru pembangunan Agenda 2063 Afrika dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Dewan itu juga "mengutuk keras semua tindakan terorisme dan ekstremisme kekerasan yang dilakukan di Benua Afrika oleh pihak mana pun, di mana pun, yang dalam situasi apa pun tidak dapat dibenarkan."Pernyataan tersebut menegaskan kembali tekad UA untuk membebaskan Afrika dari masalah terorisme dan ekstremisme kekerasan. Mereka juga menyerukan semua negara anggota untuk tidak memicu, menghasut, mengorganisasi, memfasilitasi, berpartisipasi dalam pembiayaan, atau mendorong kegiatan teroris.Dewan tersebut mendorong negara-negara anggota UA untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan wilayah masing-masing tidak digunakan sebagai tempat berlindungnya teroris.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Modernisasi China tawarkan model alternatif bagi negara berkembang lainnya
Indonesia
•
24 Nov 2022

Wabah virus Marburg yang sangat menular menyebar di Ghana
Indonesia
•
18 Jul 2022

35 orang ditangkap sehubungan dengan serangan bom kembar di Iran tenggara
Indonesia
•
12 Jan 2024

Xi dan Biden lakukan pembicaraan jujur dan konstruktif via telepon
Indonesia
•
03 Apr 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
