
Israel minta tentara siapkan rencana untuk fasilitasi warga Gaza "pergi secara sukarela" menyusul usulan relokasi AS

Para pengungsi terlihat dalam perjalanan kembali ke rumah mereka di sebelah utara Jalur Gaza, di dekat kamp pengungsi al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah, pada 27 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
AS akan mengambil alih kepemilikan Jalur Gaza dan membangunnya kembali setelah warga Palestina direlokasi ke tempat lain.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah memerintahkan tentaranya untuk mempersiapkan rencana yang memungkinkan warga Gaza untuk "pergi secara sukarela" ke negara mana pun yang bersedia menerima mereka, papar pernyataan yang dikeluarkan dari kantornya pada Kamis (6/2).Perintah tersebut dikeluarkan menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (4/2) bahwa AS akan mengambil alih kepemilikan Jalur Gaza dan membangunnya kembali setelah warga Palestina direlokasi ke tempat lain. Trump menyampaikan hal itu dalam konferensi pers gabungan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang berkunjung."Saya menyambut baik rencana berani Presiden Trump," kata Katz, seraya menyatakan bahwa "warga Gaza seharusnya memiliki hak untuk bebas bergerak dan bermigrasi, seperti yang berlaku di mana pun di seluruh dunia."Dia menambahkan bahwa rencana tersebut akan memungkinkan warga Gaza yang "berminat" untuk pergi melalui jalur darat, laut, atau udara."Negara-negara seperti Spanyol, Irlandia, Norwegia, dan sebagainya," yang menurut Katz telah "secara keliru" menuduh Israel atas tindakannya di Gaza, "secara hukum berkewajiban untuk mengizinkan warga Gaza memasuki wilayah mereka," kata Katz.Dia menambahkan bahwa "negara-negara seperti Kanada, yang memiliki program imigrasi terstruktur, sebelumnya telah menyatakan kesediaannya untuk menerima penduduk dari Gaza."Pernyataan Katz itu langsung menuai kritik dari Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares Bueno."Tanah warga Gaza adalah Gaza, dan Gaza harus menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan," ujar Albares kepada stasiun radio Spanyol, RNE.
Para pengungsi terlihat dalam perjalanan kembali ke rumah mereka di Gaza City pada 27 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Para pengungsi terlihat dalam perjalanan kembali ke rumah mereka di Gaza City pada 27 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump tandatangani perintah eksekutif untuk ganti nama Teluk Meksiko jadi ‘Teluk Amerika’
Indonesia
•
22 Jan 2025

Fakta dan Statistik: Tahun Pertama Konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
•
24 Feb 2023

COVID-19 – Protes terhadap pembatasan di Belgia jadi kekerasan
Indonesia
•
06 Dec 2021

Visa dicabut, Presiden Kolombia sebut New York tak lagi layak jadi lokasi markas besar PBB
Indonesia
•
29 Sep 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
