
Australia konfirmasi kematian massal pertama akibat flu burung H5N1

Seekor burung dara laut jambul China terlihat di lahan basah muara Sungai Minjiang, Distrik Changle, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 19 April 2026. Lahan basah ini berfungsi sebagai tempat persinggahan penting bagi burung-burung yang bermigrasi antara Asia Timur dan Australia. (Xinhua/Wei Peiquan)
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Peristiwa kematian massal pertama akibat virus flu burung H5N1 di Australia telah dikonfirmasi terjadi pada sekawanan burung dara laut jambul yang ditemukan di sebuah pulau di lepas pantai Negara Bagian Australia Selatan, demikian disampaikan oleh otoritas setempat pada Senin (3/8).
Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins serta Menteri Lingkungan Hidup dan Air Australia Murray Watt mengatakan kepada awak media bahwa burung-burung tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus flu burung galur H5N1 yang sangat patogenik.
Sekawanan burung yang terdiri atas 49 burung yang mati dan 35 ekor burung yang sakit tersebut ditemukan melalui pemantauan udara di sebuah pulau kecil yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pesisir tenggara Australia Selatan pada Jumat (31/7), di tengah lonjakan kasus H5N1 di negara bagian tersebut.
Collins pada Senin mengatakan bahwa peristiwa kematian massal tersebut diperkirakan terjadi setelah galur itu pertama kali terdeteksi di daratan utama Australia pada pertengahan Juni.
"Sayangnya, kami mengetahui bahwa begitu flu burung H5 menyebar di alam liar dan lingkungan alami, mustahil untuk menghindari kematian satwa liar dalam jumlah besar, yang mulai kita lihat saat ini," ujarnya.
"Masyarakat Australia harus bersiap menghadapi peningkatan penyebaran dan kenaikan jumlah satwa liar yang terdampak."
Pemerintah federal mengalokasikan dana sebesar 113 juta dolar Australia atau setara 79,5 juta dolar AS untuk mendanai pengawasan, respons, dan langkah-langkah kesiapan terkait wabah H5N1 sebelum galur H5N1 tiba di daratan utama Australia.
*1 dolar Australia = Rp12.696 rupiah
**1 dolar AS = 18.058 rupiah
Watt pada Senin menuturkan bahwa rencana penanganan nasional untuk galur H5N1 telah diaktifkan, disertai dengan tambahan dana sebesar 24 juta dolar Australia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Teleskop luar angkasa unggulan China akan mengorbit bersama stasiun luar angkasa
Indonesia
•
24 Aug 2023

Tim Cook sebut China rantai pasokan paling penting bagi Apple
Indonesia
•
21 Mar 2024

Ilmuwan Australia kembangkan tes darah untuk prediksi risiko kambuhnya kanker kepala dan leher
Indonesia
•
26 Feb 2026

COVID-19 – Vaksin Merah Putih uji klinis pada manusia pada triwulan I 2021
Indonesia
•
12 Oct 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
