
Tim ilmuwan China capai kemajuan dalam penelitian baterai logam lithium

Sebuah mobil listrik ditampilkan dalam ajang China-ASEAN Expo ke-21 di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 26 September 2024. (Xinhua/Zhang Ailin)
Baterai logam lithium dianggap sebagai salah satu kandidat yang paling menjanjikan untuk baterai generasi berikutnya, dengan potensi dapat menggandakan kepadatan energi baterai lithium-ion yang sudah ada saat ini.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti dari China berhasil menciptakan interfase (interphase) elektrolit padat yang ideal pada permukaan anode logam lithium. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal akademis Nature.Interfase tersebut memiliki fitur isolasi elektronik yang tinggi, konduktivitas ionik yang tinggi, dan stabilitas kimia yang tinggi, sehingga meningkatkan kinerja dan keamanan baterai logam lithium, demikian menurut Yan Keyou dari Universitas Teknologi China Selatan, selaku pemimpin penelitian.Pencapaian ini diharapkan dapat menyediakan teknologi kunci baru untuk pengembangan dan manufaktur baterai lithium berkinerja tinggi generasi berikutnya. Pencapaian ini dapat digunakan untuk mendorong kemajuan di berbagai bidang, seperti kendaraan energi baru dan integrasi penyimpanan fotovoltaik.Baterai logam lithium dianggap sebagai salah satu kandidat yang paling menjanjikan untuk baterai generasi berikutnya, dengan potensi dapat menggandakan kepadatan energi baterai lithium-ion yang sudah ada saat ini. Namun, elektrolit komersial yang ada saat ini gagal membentuk interfase elektrolit padat yang stabil pada permukaan anode logam lithium, yang tidak kompatibel dengan baterai logam lithium.Tim ilmuwan dalam penelitian ini menggunakan nanopartikel m-Li2ZrF6 monoklinik sebagai bahan tambahan (aditif) untuk menciptakan interfase elektrolit padat dengan sifat elektrokimia yang sangat baik pada permukaan anode logam lithium. Hal ini memungkinkan baterai logam lithium mempertahankan 80 persen kapasitasnya setelah 3.000 siklus pada tingkat pengisian 2C, mencapai tingkat tertinggi dalam kategori yang sama.Proses sintesis nanopartikel m-Li2ZrF6 sederhana dan terukur, sehingga memberikan solusi untuk penerapan baterai logam lithium secara luas.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Daftar nama satuan perang kimia Jepang terungkap di China
Indonesia
•
17 Aug 2022

Musang luwak, spesies perlindungan kelas dua di China, ditemukan di Hainan
Indonesia
•
10 Feb 2024

Tim peneliti China kembangkan formulasi pestisida yang ramah lingkungan dan efektif
Indonesia
•
11 Jan 2025

Obat diabetes Ozempic sedang diuji untuk pengobatan Alzheimer
Indonesia
•
09 May 2023


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
