
Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan

Ilustrasi. (Kenny Eliason on Unsplash)
Implan hasil cetak tiga dimensi (3D) berpotensi membuka jalan baru bagi pengobatan kerusakan jaringan yang parah.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti internasional berhasil menciptakan implan hasil cetak tiga dimensi (3D) yang berpotensi membuka jalan baru bagi pengobatan kerusakan jaringan yang parah, demikian menurut pernyataan Institut Teknologi Israel pada Ahad (15/3).
Implan tersebut, yang dikenal sebagai cangkok jaringan (tissue flap), menggabungkan jaringan otot dan lemak dengan jaringan terpadu pembuluh darah dan limfatik, sehingga memungkinkan integrasi cepat ke area jaringan yang rusak. Sistem vaskular bawaan ini segera menyalurkan oksigen dan nutrisi, sedangkan jaringan limfatik membantu mengeluarkan cairan, dua faktor penting bagi kelangsungan hidup dan fungsi jaringan.
Saat ini, pasien yang mengalami kerusakan jaringan yang parah memerlukan operasi cangkok jaringan autologus (autologous flap surgery), yakni pengambilan jaringan dari bagian lain tubuh mereka sendiri, karena transplantasi dari orang lain sering kali ditolak oleh tubuh.
Cangkok jaringan hasil rekayasa baru ini berpotensi mengatasi kendala tersebut dan dapat mengarah pada pengembangan implan yang disesuaikan secara khusus dengan cedera masing-masing pasien.
Dalam percobaan pada tikus, cangkok jaringan tersebut cepat menyatu dengan jaringan inang, mendukung pertumbuhan otot yang normal, sel lemak yang stabil, serta aliran darah yang baik.
Para peneliti menggunakan bio-ink khusus dan sebuah bioreaktor untuk menumbuhkan pembuluh darah dalam kondisi yang meniru aliran darah alami.
Meski pengujiannya dilakukan pada tikus, jaringan yang digunakan dibuat dari sel manusia. Tim peneliti itu kini sedang beralih ke uji coba pada hewan berukuran besar sebagai langkah menuju penggunaan klinis pada manusia.
Menurut pernyataan, terobosan ini menjadi langkah besar menuju pengembangan jaringan buatan laboratorium yang dapat ditanamkan untuk menangani cedera, luka bakar, maupun kebutuhan operasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Cincin di kawah Mars terangi iklim masa lalu planet merah
Indonesia
•
06 Feb 2022

China luncurkan satelit pengindraan jauh baru
Indonesia
•
09 Dec 2022

COVID-19 – Vaksin Rusia Sputnik V tidak sebabkan efek samping pada 85 persen pasien
Indonesia
•
27 Oct 2020

Mikrofosil hewan berumur 535 juta tahun berotot langka yang terawetkan ditemukan di China
Indonesia
•
12 Oct 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026
