
Beige Book The Fed: Belanja konsumen AS terus turun

Orang-orang berbelanja bahan makanan di sebuah toko di New York, Amerika Serikat, pada 28 Maret 2025. (Xinhua/Michael Nagle)
Belanja konsumen secara keseluruhan di Amerika Serikat terus menurun dari awal Oktober hingga pertengahan November 2025, sementara angka belanja ritel kelas atas tetap tangguh, menurut bank sentral AS, Federal Reserve.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Belanja konsumen secara keseluruhan di Amerika Serikat (AS) terus menurun dari awal Oktober hingga pertengahan November 2025, sementara angka belanja ritel kelas atas tetap tangguh, menurut bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dalam Beige Book yang dirilis pada Rabu (26/11)."Beberapa peritel melaporkan dampak negatif terhadap pembelian konsumen akibat penutupan (shutdown) pemerintah federal, dan dealer mobil mengalami penurunan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) setelah berakhirnya insentif pajak federal," papar Beige Book.Beige Book, sebuah survei tentang kondisi ekonomi saat ini berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari 12 bank sentral regional The Fed, diterbitkan delapan kali setahun.Aktivitas ekonomi AS tidak banyak berubah sejak laporan sebelumnya, menurut sebagian besar dari 12 Distrik The Fed, seperti disebutkan dalam Beige Book.Survei tersebut menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur meningkat tipis, meskipun tarif dan ketidakpastian tarif tetap menjadi hambatan.Organisasi masyarakat mengalami peningkatan permintaan bantuan pangan, sebagian disebabkan oleh gangguan dalam Program Bantuan Gizi Tambahan (Supplemental Nutrition Assistance Program/SNAP) selama shutdown pemerintah federal, sebut Beige Book.Harga-harga di AS naik secara moderat selama periode pelaporan tersebut, dan tekanan biaya input meluas di sektor manufaktur dan ritel, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan yang dipicu tarif, menurut survei itu."Ke depannya, sebagian besar responden memperkirakan tekanan kenaikan biaya akan terus berlanjut, namun rencana untuk menaikkan harga dalam waktu dekat masih belum seragam," kata Beige Book.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China masih jadi sumber utama investasi di Indonesia pada H1 2025
Indonesia
•
30 Jul 2025

IMF desak kebijakan fiskal tertarget di tengah melambungnya harga pangan dan energi
Indonesia
•
14 Oct 2022

Oracle laporkan hasil Q3 2026 yang kuat di tengah meningkatnya permintaan Cloud AI
Indonesia
•
11 Mar 2026

Netflix kehilangan 970.000 pelanggan selama dua kuartal berturut-turut
Indonesia
•
20 Jul 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
