
Feature – Teknologi mutakhir hidupkan kembali penemuan kuno

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 10 April 2025 ini menunjukkan pemandangan Taman Ekspo Pertanian Tianfu (Tianfu Agricultural Expo Park) di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua)
Beras terkarbonisasi, otek (millet), dan jawawut di Situs Baodun China barat daya, yang berasal dari 4.500 hingga 4.200 tahun lalu, menjadi saksi akan awal pertanian dari peradaban kuno China.
Chengdu, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di jantung China, dekat sebuah lahan pertanian berusia 4.500 tahun, sekelompok ilmuwan pertanian memodernisasi praktik kuno. Mereka menggunakan analitik mahadata dan pemodelan Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mempelajari dan meningkatkan hasil panen dari sebidang tanah tertentu.Di lahan percobaan dekat Situs Baodun, tempat ditemukannya bukti budidaya padi kuno, para peneliti dari Universitas Pertanian Sichuan (Sichuan Agricultural University) menggunakan model berbasis AI untuk menyimulasikan hasil dari berbagai varietas padi hibrida.Metode penelitian modern ini sangat menghemat waktu, berbeda dengan pendekatan konvensional yang mengharuskan menunggu hingga musim panen dari varietas padi hibrida tertentu, ujar para peneliti.Para arkeolog China menemukan beras terkarbonisasi, otek (millet), dan jawawut di Situs Baodun, sebuah area berdinding yang berasal dari 4.500 hingga 4.200 tahun lalu. Budaya Neolitikum akhir ini yang muncul di Dataran Chengdu di China barat daya, menjadi saksi akan awal pertanian dari peradaban kuno China. Kini, nilai-nilai pertanian, arkeologis, dan ekonomi dari situs ini sedang dieksplorasi dan dikembangkan melalui sarana teknologi.Di laboratorium terdekat, para peneliti membangun citra 3D dari situs tersebut untuk mempelajari dampak banjir kuno dan memahami bagaimana struktur berdinding tersebut berkontribusi pada kemakmuran dataran ini. Tidak jauh dari situs itu, Taman Ekspo Pertanian Tianfu (Tianfu Agricultural Expo Park), yang membentang seluas 96 km persegi, mengakomodasi praktik pertanian ramah lingkungan, pameran, dan praktik pertanian inovatif.Taman ini dengan platform terintegrasi yang memadukan budaya, perdagangan, pertanian, dan pariwisata telah mengubah lahan berlumpur menjadi ruang budaya yang dinamis, kata Yuan Zhouping, direktur departemen industri pertanian di Sichuan Tianfu Agricultural Expo Park Investment Co., Ltd.
Seorang peneliti melakukan eksperimen di Taman Ekspo Pertanian Tianfu (Tianfu Agricultural Expo Park) di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 10 April 2025. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Pemutihan karang berdampak pada 98 persen Great Barrier Reef Australia
Indonesia
•
06 Nov 2021

Penemuan berlian bersama emas di Far North Kanada berikan petunjuk sejarah awal Bumi
Indonesia
•
07 Oct 2020

Satelit komunikasi pertama buatan Turkiye dikirim ke orbit
Indonesia
•
11 Jul 2024

China ungkap tambahan bukti serangan siber oleh badan keamanan AS
Indonesia
•
27 Sep 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
