
Tenggat waktu penarikan mendekat, tentara Israel berencana akan tetap berada di Lebanon Selatan

Pasukan Israel terlihat di dekat perbatasan utara Israel dengan Lebanon pada 28 November 2024. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang tercapai pada November tahun lalu antara Israel dan Lebanon, pasukan Israel diharuskan untuk menarik diri dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari. Tenggat waktu tersebut kemudian diperpanjang hingga 18 Februari, dan menurut laporan Lebanon, Israel telah meminta perpanjangan waktu lebih lanjut melalui komite yang mengawasi gencatan senjata itu.
Yerusalem, Wilayah Palestin yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan meskipun tenggat waktu penarikan mereka semakin dekat, seperti diungkapkan seorang juru bicara (jubir) militer Israel pada Rabu (12/2), seraya memperingatkan warga sipil agar tidak kembali ke daerah itu."IDF tetap dikerahkan di daerah tersebut. Oleh karena itu, pergerakan ke arah selatan dilarang," tulis Avichai Adraee, jubir Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF), di platform media sosial X."Demi keselamatan Anda, Anda dilarang kembali ke rumah Anda di daerah yang terdampak hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Adraee, memperingatkan. "Siapa pun yang bergerak ke selatan membahayakan diri mereka sendiri."Adraee mengatakan bahwa periode implementasi kesepakatan gencatan senjata "telah diperpanjang" namun tidak menyebutkan secara spesifik oleh siapa dan tidak memberikan bukti perpanjangan tersebut.Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang tercapai pada November tahun lalu antara Israel dan Lebanon, pasukan Israel diharuskan untuk menarik diri dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari. Tenggat waktu tersebut kemudian diperpanjang hingga 18 Februari, dan menurut laporan Lebanon, Israel telah meminta perpanjangan waktu lebih lanjut melalui komite yang mengawasi gencatan senjata itu.Terdapat sejumlah laporan yang saling bertentangan mengenai upaya Israel untuk memperpanjang penempatan pasukannya di lima posisi di Lebanon selatan hingga 28 Februari.
Sejumlah tentara Israel berpatroli di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon pada 5 Desember 2024. Gencatan senjata, yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Prancis, mulai berlaku pada 27 November 2024, yang bertujuan untuk menghentikan pertempuran yang telah berlangsung selama hampir 14 bulan antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Sejumlah tentara Israel berpatroli di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon pada 5 Desember 2024. Gencatan senjata, yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Prancis, mulai berlaku pada 27 November 2024, yang bertujuan untuk menghentikan pertempuran yang telah berlangsung selama hampir 14 bulan antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Agen AI makin canggih dan sulit dikendalikan manusia, PBB peringatkan sistem perlindungan tak lagi memadai
Indonesia
•
22 Sep 2026

Exxon akan keluar dari Rusia, tangguhkan investasi lebih lanjut
Indonesia
•
02 Mar 2022

Israel ancam Iran lagi, Netanyahu: Kami bertekad menggulingkan Teheran
Indonesia
•
07 Sep 2026

Pakar Belgia: Arah atau kepemimpinan jadi karakteristik istimewa CPC
Indonesia
•
30 Sep 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
