
Feature – Dari pemburu jadi jagawana, warga di Medog, China, jaga kelestarian satwa dan tradisi etnis

Tashi memamerkan kostum tradisional kelompok etnis Lhoba di pondoknya di wilayah Medog, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 26 April 2024. (Xinhua/Huang Yaoman)
Cagar Alam Nasional Ngarai Besar Yarlung Zangbo yang didirikan pada tahun 2000, mendorong Tashi dan warga desa lainnya menyerahkan senjata api mereka, mengakhiri tradisi berburu mereka. Sejak saat itu, Tashi dipekerjakan sebagai jagawana, berpatroli di hutan sebanyak dua kali dalam sebulan.
Lhasa (Xinhua) – Di sebuah pondok yang unik, berbagai hewan liar yang diawetkan menggantung di langit-langit, sementara peralatan primitif seperti mangkuk tanah liat dan keramba bambu dipajang di atas meja. Sambil menunjuk ke arah pakaian tradisional yang tergantung di dinding, Tashi (52) memperkenalkan kekayaan budaya etnis tradisionalnya kepada para wisatawan.Tashi merupakan bagian dari suku Lhoba, salah satu kelompok etnis terkecil di China, dan berasal dari sebuah desa di wilayah Medog, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. Mantan pemburu ini mengubah pondoknya menjadi sebuah museum kecil yang memamerkan barang-barang yang berkaitan dengan perburuan dan perlengkapan bertahan hidup.Dahulu, kelompok etnis Lhoba bertahan hidup dengan berburu dan bertani secara primitif di Medog, yang terletak jauh di dalam kawasan Pegunungan Himalaya.Penduduk desa setempat seperti Tashi meninggalkan aktivitas berburu dan memulai kehidupan baru setelah Medog dimasukkan ke dalam cagar alam nasional pada tahun 2000. Kehidupan mereka bertransformasi lebih jauh lagi ketika jalan raya pertama yang menghubungkan Medog dengan dunia luar dibuka untuk umum pada 2013.
Foto dari udara yang diabadikan pada 13 Oktober 2023 ini menunjukkan pemandangan Medog, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Foto dari udara yang diabadikan pada 15 Oktober 2023 ini menunjukkan pintu keluar terowongan di jalan raya yang menghubungkan Bome dengan Medog, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China pimpin dunia dalam memajukan pembangunan manusia
Indonesia
•
14 Nov 2023

China perpanjang masa tinggal transit bebas visa hingga 240 jam dan perbanyak titik masuk
Indonesia
•
17 Dec 2024

Gelombang panas perburuk kualitas udara, ‘penalti iklim’ bagi ratusan juta manusia
Indonesia
•
08 Sep 2022

Al Ghozy Muslimah Center gelar kajian Al-Qur’an untuk menjadi Muslimah terbaik
Indonesia
•
12 Jan 2026


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
