China tambahkan 10 perusahaan AS ke daftar entitas yang tidak dapat dipercaya

Foto dokumentasi tak bertanggal ini menunjukkan Kawasan Industri Petrokimia Teluk Daya Huizhou (Huizhou Daya Bay Petrochemical Industrial Park) yang menjadi lokasi Proyek Etilen Tahap III Huizhou dan Proyek Polikarbonat, di Huizhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)
China akan melarang perusahaan-perusahaan AS yang tidak dapat dipercaya terlibat dalam aktivitas impor dan ekspor yang terkait dengan China, dan perusahaan-perusahaan ini juga akan dilarang melakukan investasi baru di negara tersebut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China pada Selasa (4/3) memutuskan untuk menambahkan 10 perusahaan Amerika Serikat (AS), termasuk TCOM, Limited Partnership, ke dalam daftar entitas yang tidak dapat dipercaya di negara tersebut dan mengambil langkah-langkah yang sesuai terhadap perusahaan-perusahaan itu.Mulai Selasa, China akan melarang perusahaan-perusahaan ini terlibat dalam aktivitas impor dan ekspor yang terkait dengan China, dan perusahaan-perusahaan ini juga akan dilarang melakukan investasi baru di negara tersebut, demikian menurut pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan China.Kesepuluh perusahaan AS itu adalah TCOM, Limited Partnership, Stick Rudder Enterprises LLC, Teledyne Brown Engineering, Inc., Huntington Ingalls Industries Inc., S3 AeroDefense, Cubic Corporation, TextOre, ACT1 Federal, Exovera, dan Planate Management Group.Keputusan tersebut dibuat untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan nasional, dan kepentingan pembangunan China, serta sesuai dengan hukum dan peraturan terkait, ungkap pernyataan itu.Mengabaikan penolakan keras dari China, ke-10 perusahaan ini dalam beberapa tahun terakhir telah berpartisipasi dalam penjualan senjata ke Taiwan atau terlibat dalam apa yang disebut kerja sama teknologi militer dengan Taiwan, kata juru bicara (jubir) kementerian itu.Sebagai respons, China memutuskan untuk meminta pertanggungjawaban entitas-entitas ini sesuai dengan berbagai hukum dan peraturan, tambah sang jubir.China selalu menangani masalah daftar entitas yang tidak dapat dipercaya dengan hati-hati, menargetkan hanya sejumlah kecil entitas asing yang menimbulkan risiko bagi keamanan nasional China, tutur jubir tersebut. Entitas asing yang taat hukum dan beroperasi dengan iktikad baik tidak perlu khawatir, imbuhnya.Pemerintah China, seperti yang selama ini selalu ditunjukkannya, akan menyambut baik perusahaan-perusahaan dari semua negara untuk berinvestasi dan beroperasi di China, serta berkomitmen untuk menyediakan lingkungan bisnis yang stabil, adil, dan dapat diprediksi bagi perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di China sesuai dengan hukum dan peraturan, imbuh jubir itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Uang beredar capai 7.287,3 triliun rupiah, dipengaruhi penyaluran kredit
Indonesia
•
25 Oct 2021

Impor jeruk Indonesia dari China meningkat pada Januari 2024 berkat perayaan Tahun Baru Imlek
Indonesia
•
20 Feb 2024

China luncurkan langkah-langkah bangun sistem dasar untuk data
Indonesia
•
20 Dec 2022

Mendag China sebut perkembangan China-AS harus jadi peluang bagi satu sama lain
Indonesia
•
11 Oct 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
