
China umumkan pembatasan visa bagi personel AS atas intervensi urusan Hong Kong

Foto dari udara yang diabadikan pada 29 Mei 2022 ini menunjukkan pemandangan Pusat Perdagangan Internasional (International Commerce Centre/ICC) di Hong Kong, China selatan. (Xinhua/Li Gang)
China bertekad menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional, berkomitmen untuk menerapkan kebijakan 'Satu Negara, Dua Sistem', dan tetap teguh dalam menentang kekuatan eksternal yang mencampuri urusan Hong Kong.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China memutuskan untuk memberlakukan pembatasan visa bagi personel Amerika Serikat (AS) atas intervensi dalam urusan Hong Kong, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Selasa (10/12).Mao menyampaikan pengumuman tersebut dalam taklimat media rutin sebagai tanggapan atas pengumuman AS baru-baru ini yang memberlakukan pembatasan visa bagi para pejabat pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong."Kami telah menyatakan sikap tegas kami atas langkah AS," kata Mao, seraya menambahkan bahwa dengan menyalahgunakan kebijakan pembatasan visa terhadap pejabat China dengan dalih isu-isu terkait Hong Kong, AS telah mencampuri urusan dalam negeri China dan secara serius melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional.Sesuai dengan ketentuan yang relevan dalam Undang-Undang (UU) Hubungan Luar Negeri Republik Rakyat China (RRC) dan UU Penanggulangan Sanksi Luar Negeri RRC, China memutuskan untuk memberlakukan pembatasan visa bagi personel AS yang bertindak dengan niat jahat sehubungan dengan sejumlah isu terkait Hong Kong, kata Mao.Jubir tersebut menekankan bahwa Hong Kong adalah bagian dari China dan urusan Hong Kong adalah murni urusan internal China."Kami mendesak AS untuk benar-benar menghormati kedaulatan China, menghormati aturan hukum di Hong Kong, dan berhenti mengintervensi urusan Hong Kong dengan cara apa pun," kata Mao.China bertekad menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional, berkomitmen untuk menerapkan kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem", dan tetap teguh dalam menentang kekuatan eksternal yang mencampuri urusan Hong Kong, kata Mao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Analisis – Akankah Hizbullah menyerahkan senjatanya di bawah tekanan AS?
Indonesia
•
09 Sep 2025

Komentar Xinhua: Gunakan hak veto resolusi gencatan senjata di Gaza, AS halangi perdamaian
Indonesia
•
10 Dec 2023

Pasukan AS dan Inggris kembali lancarkan serangan terhadap sasaran Houthi
Indonesia
•
23 Jan 2024

Menlu Australia peringatkan tanpa solusi dua negara, tak akan ada lagi Palestina untuk diakui
Indonesia
•
06 Aug 2025


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

Menteri kabinet senior Inggris desak PM Starmer tetapkan jadwal pengunduran dirinya
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026
