Pasukan AS dan Inggris kembali lancarkan serangan terhadap sasaran Houthi

Foto yang diabadikan pada 19 Februari 2020 ini menunjukkan Pentagon dilihat dari pesawat di langit Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Pasukan koalisi Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan baru terhadap sejumlah sasaran Houthi di Yaman pada 22 Januari, menandai aksi militer kedelapan yang dilakukan AS terhadap Houthi sejak 12 Januari.
Washington, AS (Xinhua) – Pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan baru terhadap sejumlah sasaran Houthi di Yaman pada Senin (22/1), menurut laporan sejumlah media AS.Berita mengenai serangan terbaru ini, yang menandai aksi militer kedelapan yang dilakukan AS terhadap Houthi sejak 12 Januari, dilaporkan oleh media-media AS, yang mengutip pernyataan para pejabat pertahanan AS.Pada saat berita ini dirilis, pihak Pentagon maupun Gedung Putih belum mengonfirmasi secara terbuka serangan tersebut.CNN sebelumnya melaporkan bahwa AS menyebut serangan itu sebagai "Operation Poseidon Archer", yang menunjukkan bahwa serangan tersebut mungkin menjadi "lebih terorganisir" dan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.
USS Carney melumpuhkan rangkaian rudal Houthi dan kendaraan udara nirawak di Laut Merah pada 19 Oktober 2023. (Xinhua/Departemen Pertahanan Amerika Serikat)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Kamboja dan Jerman janjikan peningkatan hubungan dan kerja sama bilateral
Indonesia
•
17 Feb 2023

China dan India janjikan peningkatan hubungan bilateral
Indonesia
•
03 Mar 2023

Hamas sebut akan serahkan senjata "jika pendudukan berakhir"
Indonesia
•
07 Dec 2025

Ilmuwan nuklir Iran siap lawan unilateralisme AS
Indonesia
•
16 Oct 2020
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
