
China kembangkan baterai logam lithium cetak 3D dengan kepadatan energi tinggi

Seorang staf bekerja di lini produksi di sebuah pabrik baterai lithium di Tangshan, Provinsi Hebei, China utara, pada 29 November 2020. (Xinhua/Yang Shiyao)
Baterai logam lithium diperkirakan akan menjadi baterai tinggi energi generasi berikutnya karena potensi kepadatan energi tinggi yang dimilikinya.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China baru-baru ini mengembangkan baterai logam lithium jenis baru dengan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D), yang secara signifikan meningkatkan kepadatan energi dan masa pakai baterai.Baterai logam lithium diperkirakan akan menjadi baterai tinggi energi generasi berikutnya karena potensi kepadatan energi tinggi yang dimilikinya. Namun, beberapa faktor penghambat, seperti pertumbuhan dendrit lithium dan efisiensi Coulomb yang rendah, yang menghasilkan kemampuan siklus yang buruk dan kepadatan energi yang rendah, membatasi pengaplikasiannya.Para peneliti dari Institut Fisika Kimia Dalian di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China menggunakan teknologi pencetakan 3D guna membuat rangka berbasis titanium karbida untuk logam lithium untuk disimpan sebagai katode, yang mencapai kapasitas areal yang sangat baik sebesar 30 miliampere-jam per sentimeter persegi dan siklus masa pakai lebih dari 4.800 jam tanpa menghasilkan dendrit lithium.Anode cetak 3D itu terbuat dari rangkaian lithium besi fosfat (LiFePO4) berpori dengan pemuatan massa mencapai 171 miligram per sentimeter persegi, yang secara efektif meningkatkan kinerja elektrokimia baterai.Rute teknis ini menawarkan sebuah strategi potensial untuk mengembangkan baterai dengan masa pakai yang panjang dan kepadatan energi yang tinggi, menurut studi tersebut.Studi itu dipublikasikan dalam jurnal Energy Storage Materials.Output baterai listrik China
Kapasitas terpasang baterai listrik China mencatatkan pertumbuhan pesat pada September di tengah ledakan pasar kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di negara itu, demikian menurut data industri.Bulan lalu, kapasitas terpasang baterai listrik untuk NEV naik 101,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 31,6 gigawatt-jam (GWh), menurut Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).Khususnya, sekitar 20,4 GWh baterai lithium besi fosfat (LiFePO4) telah terpasang di NEV, naik 113,8 persen dari tahun sebelumnya, menyumbang 64,5 persen dari total bulanan.Pasar NEV di China terus mempertahankan momentum pertumbuhan pada September, dengan penjualan NEV melonjak 93,9 persen dari setahun sebelumnya menjadi 708.000 unit, menurut data dari asosiasi mobil tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs prasejarah di Jiangsu China dikonfirmasi berusia sekitar 7.500 hingga 8.100 tahun
Indonesia
•
19 Nov 2025

China capai produksi massal bahan bakar pesawat berkelanjutan
Indonesia
•
25 Jan 2024

Studi: Melindungi ikan jadi kunci untuk cegah ledakan populasi bintang laut di Great Barrier Reef
Indonesia
•
02 Dec 2025

China luncurkan survei ilmiah di daerah aliran Sungai Kuning
Indonesia
•
30 Jul 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
