
Jubir Kemenlu China: China menentang tegas provokasi konfrontasi blok oleh AS

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol (pertama dari kiri) dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (pertama dari kanan) menggelar pembicaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama mereka di Seoul, Korea Selatan, pada 21 Mei 2022. (Xinhua/NEWSIS)
Deklarasi Washington menyatakan bahwa AS akan meningkatkan pencegahan yang diperluas yang diberikan negara itu kepada Korea Selatan, termasuk peningkatan konsultasi atas krisis nuklir, peningkatan latihan militer dan kegiatan pelatihan, simulasi situasi darurat, pembentukan Kelompok Konsultatif Nuklir (Nuclear Consultative Group/NCG) baru, serta perluasan lebih lanjut visibilitas reguler aset strategis AS ke Semenanjung Korea.
Beijing, China (Xinhua) – Apa yang dilakukan Amerika Serikat (AS) memicu konfrontasi blok, meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea, serta membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan. China menentang tegas hal ini, demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Mao Ning pada Kamis (27/4).Mao menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers harian ketika dimintai komentar tentang Deklarasi Washington (Washington Declaration) yang dikeluarkan oleh AS dan Republik Korea (Korea Selatan) pada Rabu (26/4), sebagai salah satu hasil dari kunjungan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol ke AS.Menurut sejumlah laporan, Deklarasi Washington menyatakan bahwa AS akan meningkatkan pencegahan yang diperluas yang diberikan negara itu kepada Korea Selatan, termasuk peningkatan konsultasi atas krisis nuklir, peningkatan latihan militer dan kegiatan pelatihan, simulasi situasi darurat, pembentukan Kelompok Konsultatif Nuklir (Nuclear Consultative Group/NCG) baru, serta perluasan lebih lanjut visibilitas reguler aset strategis AS ke Semenanjung Korea. Sejumlah sumber mengatakan pihak AS berencana mengerahkan kapal selam nuklir strategis di perairan Semenanjung Korea."AS menempatkan kepentingan geopolitiknya sendiri di atas keamanan seluruh kawasan," ujar Mao, seraya mengungkapkan bahwa AS menjadi sumber ketegangan dengan mengeksploitasi isu-isu di Semenanjung Korea.Dia mengatakan bahwa perilaku AS tersebut merupakan hasil dari mentalitas Perang Dingin mereka. "Apa yang dilakukan AS itu memicu konfrontasi blok, merusak sistem nonproliferasi nuklir, serta merugikan kepentingan strategis negara lain."Perilaku Amerika Serikat itu juga meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea serta membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan, ungkap Mao, sembari menyampaikan bahwa ini sangat bertentangan dengan tujuan denuklirisasi Semenanjung Korea dan China menentang tegas hal ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia cabut pembatasan masuk warga negara asing
Indonesia
•
17 Jun 2022

PM Kanada serukan jeda kemanusiaan panjang untuk redakan situasi di Gaza
Indonesia
•
09 Nov 2023

COVID-19 - Taiwan segera cabut pembatasan berkumpul
Indonesia
•
26 May 2020

Presiden China serukan gencatan senjata di Gaza, tekankan solusi dua negara
Indonesia
•
25 Nov 2023


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
