
Sekjen PBB suarakan "kekhawatiran mendalam" soal eskalasi kekerasan antara Israel dan Hizbullah

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di hadapan pers di luar Ruang Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York City pada 7 Mei 2024. (Xinhua/Xie E)
Eskalasi kekerasan dan "retorika agresif" antara Israel dan militan Hizbullah di sepanjang perbatasan dengan Lebanon keliru dapat memicu bencana bagi seluruh kawasan tersebut dan sekitarnya.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (21/6) menyuarakan "kekhawatiran mendalam" terkait eskalasi kekerasan dan "retorika agresif" antara Israel dan militan Hizbullah di sepanjang perbatasan dengan Lebanon.Saat berbicara di hadapan pers di markas besar PBB di New York City, sekjen PBB itu memperingatkan bahwa satu langkah keliru dapat memicu bencana bagi seluruh kawasan tersebut dan sekitarnya."Satu langkah gegabah, satu kesalahan, dapat memicu bencana yang dampaknya menembus perbatasan, dan terus terang saja, di luar prediksi," ujarnya.Dia menegaskan bahwa perluasan konflik di Timur Tengah harus dicegah."Mari kita perjelas. Masyarakat di kawasan ini dan masyarakat dunia tidak dapat membiarkan Lebanon menjadi seperti Gaza," tegasnya.Sekjen PBB itu mengatakan bahwa di kedua sisi Garis Biru, banyak orang kehilangan nyawa, sementara puluhan ribu orang terusir dari rumah mereka dengan penghidupan yang hancur.Dia mendesak kedua belah pihak untuk segera kembali berkomitmen pada implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan segera melakukan gencatan senjata.Diadopsi pada 2006, resolusi itu mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, dan pembentukan zona demiliterisasi."Dunia harus menyatakan dengan lantang dan jelas bahwa deeskalasi yang dilakukan secepatnya tidak hanya memungkinkan, tetapi juga sangat penting," kata Guterres, seraya mengatakan bahwa "solusi militer tidaklah ada.""Inilah saatnya untuk menggunakan akal sehat dan rasionalitas. Inilah saatnya untuk keterlibatan praktis dan pragmatis oleh para pihak dalam jalur diplomatik dan politik yang tersedia bagi mereka," tegasnya, seraya menambahkan bahwa penghentian permusuhan dan kemajuan menuju gencatan senjata permanen merupakan satu-satunya solusi yang dapat bertahan lama.Sekjen PBB itu juga menggarisbawahi perlunya melindungi warga sipil, memastikan bahwa anak-anak, jurnalis, dan tenaga kesehatan tidak menjadi target, serta memastikan mereka yang telantar dapat kembali ke rumah mereka.PBB secara aktif terlibat dalam mendukung perdamaian, keamanan, dan stabilitas, sejalan dengan resolusi 1701, ujarnya."Pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, berada di lapangan dan berupaya untuk meredakan ketegangan serta membantu mencegah kesalahan perhitungan di lingkungan yang sangat menantang," katanya, seraya menambahkan bahwa PBB sepenuhnya mendukung upaya diplomatik untuk mengakhiri aksi kekerasan, memulihkan stabilitas, dan menghindari penderitaan manusia yang lebih besar lagi di kawasan itu."Dan kami melakukannya sembari terus mendorong agar gencatan senjata kemanusiaan segera dilakukan di Gaza, pembebasan para sandera tanpa syarat secepatnya, serta terbukanya jalan menuju solusi dua negara," pungkas Guterres.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pria Palestina tewas akibat serangan Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
21 Mar 2025

KTT ASEAN ke-48 fokus pada isu keamanan di tengah krisis minyak global
Indonesia
•
08 May 2026

Opini – Skenario menghentikan perang Rusia-Ukraina
Indonesia
•
06 Sep 2023

Area pencarian pesawat MH370 lampaui 7.000 km persegi, tetapi belum ada penemuan signifikan
Indonesia
•
21 Jan 2026


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
