
Uni Afrika nyatakan keprihatinan atas pelanggaran berat hak-hak anak di Afrika

Seorang anak berpose untuk difoto di depan lukisan-lukisan yang dipamerkan dalam sebuah karnaval yang digelar di daerah kumuh Mathare di Nairobi, Kenya, pada 11 Agustus 2023. (Xinhua/Han Xu)
Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika (AUPSC) mendesak lima negara anggota Uni Afrika yang tersisa untuk segera menandatangani, meratifikasi, dan menerapkan Piagam Afrika itu, agar piagam tersebut dimiliki sepenuhnya oleh Afrika.
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua) – Uni Afrika (AU) pada Jumat (15/12) menyatakan keprihatinan atas berlanjutnya konflik kekerasan di Afrika yang merusak hak fundamental dan kesejahteraan anak-anak.Seruan tersebut disampaikan oleh Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika (African Union Peace and Security Council/AUPSC) dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat usai pertemuan AUPSC baru-baru ini yang membahas tentang pemajuan dan perlindungan hak dan kesejahteraan anak-anak dalam situasi konflik di Afrika.AUPSC "menegaskan kembali komitmen Afrika untuk terus mengambil tindakan yang tepat guna memajukan serta melindungi hak dan kesejahteraan anak-anak Afrika," bunyi pernyataan tersebut.AUPSC menggarisbawahi perlunya mencegah pelanggaran berat terhadap hak maupun kesejahteraan anak-anak, termasuk pembunuhan yang tidak disengaja dan melukai anak-anak, perekrutan atau penggunaan anak-anak di dalam angkatan dan kelompok bersenjata, penyerangan terhadap sekolah dan rumah sakit, pemerkosaan dan kekerasan seksual berat lainnya, penculikan, serta penolakan akses kemanusiaan.
Li Musheng, dokter anak dari tim medis China, memeriksa seorang anak di sebuah rumah sakit di Malabo, Guinea Ekuatorial, pada 14 Juni 2023. (Xinhua/Dong Jianghui)
Sejumlah sukarelawan berfoto bersama dengan anak-anak penyintas kanker otak di Kampala, Uganda, pada 8 Juni 2023. (Xinhua/Nicholas Kajoba)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Sampah menumpuk di Rafah, Gaza, akibat layanan kota terhenti di tengah konflik
Indonesia
•
19 Apr 2024

Kementerian Pendidikan apresiasi dukungan Huawei kembangkan bakat digital
Indonesia
•
07 Oct 2020

PBB sebut hampir 70.000 migran tewas atau hilang dalam perjalanan sejak 2014
Indonesia
•
19 Dec 2025

COVID-19 – Mesir larang mahasiswa masuk universitas tanpa sertifikat vaksinasi
Indonesia
•
05 Oct 2021


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
