
Putin sebut memaksakan peraturan terhadap negara lain harus dilarang

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-8 di Vladivostok, Rusia, pada 12 September 2023. (Xinhua/Guo Feizhou)
Doktrin nuklir nasional Rusia yang berkaitan dengan senjata nuklir tidak perlu diubah, sebut Presiden Vladimir Putin, karena "tidak ada orang berpikiran jernih yang akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir untuk melawan Rusia."
Sochi, Rusia (Xinhua) – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (5/10) mengatakan bahwa memaksakan peraturan terhadap negara lain harus dilarang dan tidak ada pihak mana pun yang berhak mengatur dunia sesuai keinginannya.Saat berbicara pada sesi pleno Klub Diskusi Valdai (Valdai Discussion Club) di Sochi, Putin menekankan perlunya membangun dunia yang terbuka, saling terhubung, dan memiliki keberagaman di mana memaksakan peraturan terhadap negara lain harus dilarang."Seharusnya ada larangan bagi tindakan memaksakan cara hidup dan perasaan terhadap negara atau masyarakat mana pun. Hanya keberagaman budaya dan peradaban sejatilah yang akan menjamin kesejahteraan masyarakat dan keseimbangan kepentingan," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada pihak mana pun yang berhak mengatur dunia sesuai keinginannya."Tidak ada yang bisa mengambil keputusan untuk semua orang, dan tidak semua orang akan memutuskan segalanya, tetapi mereka yang terdampak langsung oleh masalah tertentu akan sepakat tentang apa yang harus dilakukan dan cara untuk melakukannya," ujar Putin.Presiden Rusia itu juga menekankan bahwa perdamaian global yang abadi tidak akan tercipta sampai pendapat seluruh negara dihormati dan semuanya merasa aman.Berkenaan dengan kebijakan pertahanan Rusia, Putin menuturkan bahwa Rusia akan segera memulai produksi massal sistem rudal strategis Sarmat, dan uji coba terakhir terhadap Burevestnik, sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir dengan skala global, telah dilakukan dengan sukses.Dia menyebutkan bahwa bagian doktrin nuklir nasional Rusia yang berkaitan dengan senjata nuklir tidak perlu diubah karena "tidak ada orang berpikiran jernih yang akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir untuk melawan Rusia."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran tegaskan kapabilitas pertahanannya tidak dapat dinegosiasikan
Indonesia
•
23 Jan 2025

Pengurus Masjidil Haram kurangi pemakaian air kamar mandi 65 persen
Indonesia
•
09 Dec 2019

Penyalahgunaan tunjangan pengangguran COVID-19 di AS capai 191 miliar dolar
Indonesia
•
11 Feb 2023

UE ajukan ‘naskah final’ untuk aktifkan kembali kesepakatan nuklir Iran
Indonesia
•
09 Aug 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
