
Imbas insiden penahanan warganya, negara-negara Eropa perketat peringatan perjalanan ke AS

Orang-orang berjalan di Jembatan Westminster di London, Inggris, pada 8 Desember 2024. (Xinhua/Li Ying)
Dokumen perjalanan yang sah sekalipun mungkin tidak menjamin seseorang dapat masuk di bawah kebijakan Amerika Serikat saat ini.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah negara Eropa memperbarui peringatan perjalanan mereka ke Amerika Serikat (AS) pada pekan ini menyusul penahanan sejumlah warga negara Eropa, termasuk warga negara Jerman, pada saat kedatangan.Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan pihaknya menanggapi dengan serius insiden baru-baru ini yang melibatkan wisatawan Jerman."Kami telah mengklarifikasi dan kini dengan jelas menekankan bahwa persetujuan Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan (Electronic System for Travel Authorization/ESTA) atau visa AS tidak, dalam setiap kasus, memberikan izin masuk ke Amerika Serikat," kata seorang juru bicara kepada layanan berita Tagesschau dari lembaga penyiaran publik Jerman ARD.Pembaruan peringatan ini menyusul laporan mengenai tiga warga negara Jerman yang ditahan di titik masuk (entry point) AS, termasuk seorang pemegang kartu hijau (green card). Dua dari mereka saat ini telah kembali ke Jerman.Menanggapi insiden tersebut, Inggris juga merevisi saran perjalanan mereka, memperingatkan penegakan hukum imigrasi AS yang ketat. "Anda dapat dikenakan penangkapan atau penahanan jika Anda melanggar peraturan," kata Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris pada Kamis (20/3).Kementerian Luar Negeri Inggris pada awal bulan ini mengonfirmasi pihaknya memberikan bantuan kepada seorang warga negara Inggris yang dilaporkan ditahan di perbatasan AS, menurut Reuters.Finlandia mengeluarkan pembaruan serupa pada Jumat (21/3), memperingatkan bahwa dokumen perjalanan yang sah sekalipun mungkin tidak menjamin seseorang dapat masuk di bawah kebijakan AS saat ini. Kementerian Luar Negeri Finlandia juga mengungkapkan perubahan terbaru yang mengharuskan pemohon visa atau ESTA menyatakan jenis kelamin dan jenis kelamin saat lahir, yang dapat mengakibatkan penolakan masuk jika ditemukan ketidaksesuaian.
Petugas Kepolisian New York (New York Police Department/NYPD) menangkap seorang demonstran dalam aksi unjuk rasa menentang kebijakan pemerintahan Donald Trump terkait Timur Tengah, unjuk rasa kampus, dan imigrasi di New York City, Amerika Serikat, pada 11 Maret 2025. (Xinhua/Michael Nagle)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia sebut pesawat yang bawa tahanan Ukraina ditembak jatuh oleh Ukraina
Indonesia
•
25 Jan 2024

Srettha Thavisin terpilih jadi PM baru Thailand
Indonesia
•
24 Aug 2023

Hamas tidak akan ubah posisi dalam perundingan gencatan senjata usai serangan Israel di Doha
Indonesia
•
12 Sep 2025

Organisasi amal Arab Saudi bagikan 7 juta paket Ramadhan di dua masjid suci
Indonesia
•
09 Apr 2022


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026
