
China berharap dua astronaut AS yang kepulangannya tertunda dapat kembali ke Bumi dengan selamat

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2024 ini menunjukkan kombinasi wahana antariksa berawak Shenzhou-19 dan roket pengangkut Long March-2F yang dipindahkan ke area peluncuran. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Dua astronaut NASA terdampar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) setelah kapsul Boeing yang bermasalah kembali ke Bumi pada September.
Jiuquan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para pekerja antariksa China memantau dengan cermat perkembangan mengenai dua astronaut Amerika Serikat (AS) yang terjebak di orbit dan mengalami penundaan kepulangan ke Bumi. Mereka berharap kedua astronaut tersebut dapat kembali ke Bumi dengan selamat, demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Selasa (29/10)."Kami mengapresiasi perhatian tinggi NASA terhadap keselamatan para astronautnya, dan pada saat yang sama, kami menyampaikan harapan terbaik kami untuk kepulangan kedua astronaut tersebut dengan selamat," kata jubir CMSA Lin Xiqiang dalam konferensi pers di Jiuquan di China barat laut.Dua astronaut NASA terdampar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) setelah kapsul Boeing yang bermasalah kembali ke Bumi pada September. Rencana perjalanan awal mereka untuk uji terbang itu adalah delapan hari, tetapi mereka akan menunggu untuk mendapatkan tumpangan pulang dengan wahana SpaceX pada akhir Februari tahun depan.Lin mengatakan bahwa aktivitas penerbangan antariksa berawak selalu penuh dengan risiko dan tantangan, dan keselamatan astronaut selalu menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia.Lin menuturkan China memastikan tidak ada masalah yang terjadi di antariksa dan terus mengoptimalkan rencana tanggap darurat untuk mengurangi ancaman terhadap astronautnya, seperti kebocoran stasiun antariksa yang disebabkan oleh benturan dari puing-puing antariksa.Sejak fase pengoperasian awal stasiun antariksa, waktu yang tersedia bagi astronaut untuk merespons keadaan darurat telah meningkat lima kali lipat, ujar Lin.Wahana antariksa berawak Shenzhou-20 dan roket Long March-2F kini bersiaga di pabrik perakitan akhir di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Dia menambahkan bahwa wahana tersebut dapat dengan cepat beralih ke status siap luncur untuk melaksanakan misi penyelamatan darurat bagi para astronaut di stasiun luar angkasa.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Ekosistem darat China imbangi 18 persen emisi CO2 dari konsumsi energi pada 2060
Indonesia
•
07 Sep 2022

Laporan ungkap 2023 jadi tahun terpanas di China sejak 1951
Indonesia
•
08 Feb 2024

Dwarapala berusia ratusan tahun ditemukan di Taman Arkeologi Angkor, Kamboja
Indonesia
•
25 Aug 2024

Superkomputer Tianhe milik China duduki peringkat teratas Small Data Green Graph 500
Indonesia
•
28 Nov 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
