
Tim peneliti China cetak rekor efisiensi untuk sel surya generasi berikutnya

Foto yang diabadikan pada 30 Maret 2024 ini menunjukkan panel-panel fotovoltaik di proyek basis energi baru di area penurunan permukaan tanah tambang batu bara Jinbei di Datong, Provinsi Shanxi, China utara. (Xinhua/Chen Zhihao)
Efisiensi sel perovskit sulit ditingkatkan, terutama karena sulit untuk melacak dan mengontrol muatan listrik, atau pembawa muatan (carrier), secara presisi tanpa merusak sel.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti gabungan di China mengembangkan metode baru yang, untuk pertama kalinya, memungkinkan jenis utama sel surya perovskit canggih melampaui ambang batas efisiensi 30 persen.Penelitian inovatif yang dipimpin oleh Tan Hairen, profesor di Universitas Nanjing, dan Chang Chao, profesor di Institut Inovasi Ilmu Pengetahuan Nasional, tersebut dipublikasikan di situs jejaringNature pada Selasa (28/10) Waktu Beijing.Efisiensi sel perovskit sulit ditingkatkan, terutama karena sulit untuk melacak dan mengontrol muatan listrik, atau pembawa muatan (carrier), secara presisi tanpa merusak sel, menurut Tan.Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim peneliti yang dipimpin oleh Chang menggunakan teknik pendeteksian nondestruktif berbasis radiasi terahertz, yang bertindak seperti pemindai presisi, sehingga memungkinkan para ilmuwan mengamati pergerakan muatan secara waktu nyata (real-time) tanpa mengganggu operasi sel.Dengan menggunakan metode ini, tim mengidentifikasi bahwa sejumlah besar energi hilang pada antarmuka penting di dalam sel.Merespons hal ini, Tan memimpin dalam perancangan lapisan "pasivasi dipolar" (dipolar passivation) khusus, yang berfungsi seperti jalan satu arah di perkotaan, mengarahkan muatan secara efisien dan mencegahnya terbuang sia-sia.Analisis terahertz mengonfirmasi bahwa strategi tersebut berhasil mengurangi kehilangan energi, meningkatkan mobilitas muatan lebih dari 68 persen, dan memungkinkan muatan bergerak lebih jauh.Evaluasi pihak ketiga menemukan bahwa sel surya baru tersebut mencapai efisiensi tersertifikasi sebesar 30,1 persen, menandai pertama kalinya jenis sel ini melampaui batas 30 persen, kata Lin Renxing, asisten profesor di Universitas Nanjing dan penulis pertama makalah ini."Penelitian ini memberikan strategi baru yang jelas dan praktis untuk merancang sel surya yang lebih efisien dan terjangkau di masa mendatang," imbuh Lin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Lahan basah di China barat laut jadi surga bagi burung migran
Indonesia
•
02 Sep 2022

IMD: China bakal jadi pusat kekuatan global di bidang teknologi dan farmasi
Indonesia
•
19 Feb 2024

Tim ilmuwan China rekonstruksi fenologi es danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
08 Dec 2022

Kota Shenzhen di China miliki lebih banyak ‘supercharger’ daripada SPBU
Indonesia
•
08 May 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
