
Serangan Israel di Sweida Suriah tewaskan hampir 600 Orang

Pasukan keamanan Suriah terlihat memasuki Kota Sweida, Suriah selatan, pada 15 Juli 2025. Otoritas pertahanan Suriah pada Selasa (15/7) mengumumkan gencatan senjata total di Provinsi Sweida, Suriah selatan, setelah bentrokan mematikan selama beberapa hari antara faksi-faksi bersenjata lokal Druze, suku Badui, dan pasukan pemerintah sementara, demikian menurut kepala otoritas pertahanan Murhaf Abu Qasra. (Xinhua)
Eskalasi di Sweida dimulai setelah anggota bersenjata dari sebuah suku Badui di pedesaan Sweida, sebuah provinsi yang didominasi oleh suku Druze, dilaporkan menyerang dan merampok seorang pemuda Druze di dekat Kota al-Masmiyah, di sepanjang jalan raya Damaskus-Sweida.
Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat bentrokan mematikan pekan ini di Provinsi Sweida, Suriah selatan, bertambah menjadi hampir 600 orang, sementara ketegangan terus berlanjut pada Kamis (17/7) di tengah serangan udara Israel di pinggiran ibu kota Provinsi Sweida, menurut laporan media pemerintah dan sebuah badan pemantau perang.Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, sebuah pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara baru yang menargetkan area sekitar Kota Sweida, sehari setelah serangan Israel menghantam lokasi-lokasi militer dan simbolis negara di Damaskus. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari serangan pada Kamis itu.Eskalasi ini terjadi saat Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights) menyebutkan sedikitnya 597 orang telah tewas sejak 13 Juli, ketika pertempuran pecah antara kelompok-kelompok bersenjata lokal Druze dan pasukan pemerintah Suriah, memicu apa yang oleh badan pengawas tersebut digambarkan sebagai salah satu episode paling mematikan dalam konflik intra-Suriah dalam beberapa tahun terakhir.Observatorium itu juga menyampaikan peringatan soal krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Keluarga-keluarga Badui Arab terus mengungsi dari berbagai penjuru Sweida di tengah laporan adanya intimidasi, pembalasan sektarian, dan kondisi yang menyerupai pengepungan.
Warga komunitas Druze terlihat di zona penyangga di Dataran Tinggi Golan pada 16 Juli 2025. Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada Selasa (15/7) yang menargetkan konvoi pasukan Suriah di dalam dan sekitar Kota Sweida, Suriah selatan, menewaskan dan melukai beberapa personel serta semakin memperparah bentrokan mematikan selama beberapa hari antara faksi-faksi bersenjata lokal Druze, suku Badui, dan pasukan pemerintah sementara Suriah. (Xinhua/Jamal Awad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bahrain tetap dukung Palestina meski berdamai dengan Israel
Indonesia
•
13 Sep 2020

COVID-19 – Turki luncurkan vaksinasi massal
Indonesia
•
15 Jan 2021

Tujuh warga Palestina dan seorang polisi Israel tewas di Tepi Barat
Indonesia
•
08 Jan 2024

UE dan sekutu NATO bersatu dukung Greenland di tengah meningkatnya ketegangan di Arktika
Indonesia
•
15 Jan 2026


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
